PURWOREJO, GEMADIKA.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo terus memperkuat langkah dalam membuka peluang investasi daerah, khususnya di sektor pergaraman yang selama ini dinilai memiliki potensi besar.
Hal tersebut terungkap dalam kegiatan temu investor antara Pemkab Purworejo dengan PT Surya Menara Salt yang digelar di Ruang Kerja Sekretaris Daerah belum lama ini.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia di wilayah selatan Purworejo.
Plh Sekretaris Daerah Purworejo, Tolkha Amaruddin, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki lahan seluas 60 hektare yang secara prinsip siap digunakan untuk mendukung pengembangan investasi sektor garam.
Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kebutuhan investor agar rencana pengembangan ini dapat berjalan lancar.
“60 hektare tanah milik pemda, secara prinsip kami siap memfasilitasi segala kebutuhan terkait investasi ini. Harapannya di daerah selatan nanti akan muncul titik ekonomi yang baru, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Tolkha Amaruddin, seperti dirilis purworejokab.go.id.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, menjelaskan bahwa sektor garam di Purworejo memiliki keunggulan dari sisi kualitas, meski masih menghadapi tantangan pada aspek produksi dan distribusi.
“Garam Purworejo ini secara kualitas memang di atas rata-rata nasional. Problemnya di Purworejo adalah terkait kuantitas dan kontinuitas. Lalu kepastian pasar juga tidak kalah penting untuk pemasaran garam kami,” jelas Wiyoto Harjono.
Dari pihak investor, Direktur PT Surya Menara Salt, Habibur Rohman, menyampaikan rencana besar perusahaan dalam mengembangkan kawasan produksi garam di Purworejo dengan target produksi yang cukup tinggi.
“Target produksi 120 ton/hektare per tahun. Untuk kebutuhan pasar sendiri pada perusahaan kami puluhan ribu ton per bulan dan itu juga dilaksanakan secara kontinu,” ungkap Habibur Rohman.
Dengan rencana pengelolaan lahan seluas 60 hektare, potensi produksi diperkirakan mencapai sekitar 7.200 ton per tahun. Kebutuhan pasar internal perusahaan yang mencapai puluhan ribu ton setiap bulan dinilai dapat menjamin keberlanjutan produksi sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.
Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan dapat menjawab persoalan utama yang selama ini dihadapi, yakni keterbatasan kuantitas, kontinuitas produksi, serta kepastian pasar.
Pemerintah Kabupaten Purworejo menegaskan akan terus mengawal proses investasi ini hingga tahap realisasi, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan investor lain di masa mendatang.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Purworejo sebagai salah satu daerah potensial pengembangan industri garam di Jawa Tengah.




