JAKARTA, GEMADIKA.com – Leukemia merupakan salah satu jenis kanker darah yang ditandai dengan pertumbuhan sel darah abnormal secara cepat. Kondisi ini dapat memengaruhi produksi sel darah merah, sel darah putih, hingga trombosit, yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.
Leukemia terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya leukemia myeloid dan leukemia limfositik. Keduanya memiliki dampak berbeda pada perkembangan sel darah, namun sama-sama dapat menimbulkan berbagai gejala, termasuk yang muncul pada kulit.
Dikutip dari berbagai sumber kesehatan, berikut sejumlah tanda kanker darah yang dapat terlihat melalui perubahan pada kulit:
- Mudah Memar Tanpa Sebab Jelas
Memar yang sering muncul tanpa benturan bisa menjadi tanda awal leukemia. Hal ini terjadi karena jumlah trombosit dalam darah menurun, sehingga proses pembekuan darah terganggu.
Berbeda dengan memar biasa, kondisi ini cenderung muncul lebih sering dan tidak jelas penyebabnya.
- Folikulitis (Infeksi Kulit)
Folikulitis ditandai dengan munculnya benjolan kecil seperti jerawat yang terasa gatal. Pada penderita leukemia, sistem kekebalan tubuh melemah sehingga lebih rentan terhadap infeksi bakteri maupun jamur pada kulit.
- Kurap atau Tinea
Infeksi jamur seperti kurap juga lebih mudah menyerang penderita leukemia. Sistem imun yang menurun membuat tubuh tidak mampu melawan infeksi secara optimal, terutama di area lembap pada kulit.
- Vaskulitis
Vasculitis merupakan kondisi peradangan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan bintik merah, ungu, atau cokelat di kulit akibat perdarahan di bawah permukaan kulit.
Kondisi ini dapat dipicu oleh gangguan sistem kekebalan tubuh, termasuk akibat kanker darah.
- Leukemia Cutis
Leukemia cutis biasanya muncul pada stadium lanjut leukemia. Gejalanya berupa:
Bintik atau ruam pada kulit
Benjolan kecil padat (papula)
Lesi berwarna merah, ungu, hingga kebiruan
Peradangan kulit luas (eritroderma)
Kondisi ini menunjukkan adanya penyebaran sel leukemia ke jaringan kulit.
Kanker Darah Rentan Terjadi pada Anak
Berdasarkan data global, kanker darah termasuk jenis kanker yang paling banyak dialami anak-anak. Meski penyebab pastinya belum diketahui, sejumlah faktor risiko seperti obesitas diduga berperan.
Menurut I Dewa Gede Ugrasena, obesitas dapat memicu peradangan kronis dalam tubuh yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan sel abnormal.
“Jaringan lemak berlebih dapat menyebabkan inflamasi kronis, yang berpotensi memicu pertumbuhan sel tidak normal,” ujarnya.
Selain itu, gangguan hormon dan peningkatan insulin pada anak dengan obesitas juga disebut dapat meningkatkan risiko mutasi sel yang berkembang menjadi kanker.
Kesimpulan
Perubahan pada kulit seperti memar, ruam, atau infeksi yang tidak kunjung sembuh bisa menjadi tanda awal leukemia. Meski tidak selalu berarti kanker, gejala tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
Deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Jika mengalami gejala mencurigakan, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.
Dilansir dari Detikhelt.




