JAKARTA, GEMADIKA.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dr. Alex Cristo Loris, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan Kemenkes melalui akun resmi Instagram pada Selasa (14/7/2026).
“Kepergian beliau meninggalkan duka bagi keluarga, rekan sejawat, serta seluruh insan kesehatan di Indonesia. Dedikasi dan semangat pengabdian yang telah diberikan akan selalu dikenang.”
Kemenkes juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, mengatakan pihaknya telah meminta laporan resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan manajemen RSUD Tengku Rafian terkait peristiwa tersebut.
“Kami sudah mengetahui kasus tersebut dan sudah meminta keterangan lebih lanjut ke Dinkes Provinsi Riau dan RS terkait,” ujar Azhar.
Penyebab Kematian Masih Didalami
Azhar menegaskan hingga saat ini Kemenkes belum dapat menyimpulkan penyebab meninggalnya dr. Alex Cristo Loris. Menurutnya, lokasi ditemukannya jenazah membuka kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain sehingga seluruh proses masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.
“Jika melihat lokasi ditemukan di semak-semak maka kemungkinan besar ada pelaku lain yang meletakkan korban di situ, sehingga ada kemungkinan ini bukan bunuh diri dan mungkin juga bukan bullying,” jelasnya.
Karena itu, Kemenkes meminta seluruh pihak tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi.
“Kami masih menunggu informasi dari Dinkes Provinsi Riau dan penyidikan polisi lebih lanjut,” tambah Azhar.
Ditemukan di Area Semak-semak
Sebelumnya, jenazah dr. Alex Cristo Loris ditemukan warga di Jalan Raja Kecik, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, tepat di area semak-semak yang berada di samping pagar luar RSUD Tengku Rafian pada Selasa (14/7/2026) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua petugas keamanan rumah sakit bersama seorang sopir ambulans melakukan penyisiran di lokasi yang menjadi titik terakhir keberadaan korban berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV). Sekitar pukul 11.30 WIB, korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian dr. Alex Cristo Loris.
Dilansir dari Detiknews.



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan