JAKARTA, GEMADIKA.com – Unggahan yang beredar di media sosial mengklaim Mahkamah Konstitusi (MK) telah resmi menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengalihkan anggarannya ke sektor pendidikan. Setelah ditelusuri, informasi tersebut tidak benar atau merupakan hoaks.
Narasi yang viral di Facebook menampilkan gambar Ketua Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo, bersama Presiden Prabowo Subianto seolah-olah memegang dokumen bertuliskan “MBG Resmi Ditutup”. Unggahan tersebut juga menyebut anggaran program MBG akan dialihkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pembangunan fasilitas belajar, hingga kesejahteraan guru.
Belum Ada Putusan MK yang Menghentikan MBG
Hingga saat ini, tidak terdapat putusan resmi Mahkamah Konstitusi yang menyatakan Program Makan Bergizi Gratis dihentikan maupun anggarannya dialihkan ke sektor lain.
Saat ini MK memang tengah memeriksa permohonan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN Tahun Anggaran 2026 yang berkaitan dengan alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis.
Ketua MK, Suhartoyo, sebelumnya menjelaskan bahwa proses persidangan masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada Juli 2026. Dalam proses tersebut, MK baru mengatur teknis persidangan, termasuk pembatasan jumlah ahli yang dapat dihadirkan oleh pemerintah maupun DPR.
Dengan demikian, hingga kini belum ada putusan yang menyatakan Program Makan Bergizi Gratis dihentikan.
Pemerintah Tegaskan Program Tetap Berjalan
Pemerintah juga telah memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tetap dilaksanakan.
Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) maupun proses evaluasi yang sedang berlangsung merupakan bagian dari upaya penyempurnaan tata kelola program, bukan penghentian pelaksanaannya.
Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilakukan karena masa libur sekolah.
Menurutnya, penghentian sementara tersebut bertujuan untuk melakukan evaluasi, penataan, dan penyempurnaan sistem agar pelayanan kepada siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat berjalan lebih optimal ketika kegiatan belajar mengajar kembali dimulai.
Gambar Viral Merupakan Hasil Manipulasi AI
Selain narasi yang menyesatkan, gambar yang memperlihatkan Ketua MK Suhartoyo dan Presiden Prabowo Subianto memegang dokumen bertuliskan “MBG Resmi Ditutup” juga bukan dokumentasi asli.
Hasil penelusuran menunjukkan gambar tersebut merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sehingga tidak dapat dijadikan bukti bahwa Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan putusan menghentikan Program Makan Bergizi Gratis.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi yang beredar di media sosial melalui sumber resmi pemerintah maupun lembaga terkait sebelum mempercayai atau membagikannya kembali.
Dilansir dari Detikhelt.



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan