BANGKALAN, GEMADIKA.com – Kabupaten Bangkalan selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak peninggalan sejarah religi seperti Makam Syaikhona Kholil, Makam Raja-Raja Madura (Aer Mata Ibu), dan Makam Sunan Cendana. Namun, siapa sangka, wilayah ini juga menyimpan keindahan alam lain yang tak kalah memukau, pantai-pantai tersembunyi di pesisir selatannya.
Berbatasan langsung dengan Selat Madura, pantai Pasir Putih Modung menawarkan pemandangan menakjubkan berupa pasir putih, air laut khas selat madura, serta hutan bakau (mangrove) yang terjaga kelestariannya.
Salah seorang pengunjung, Rizky mengatakan, dirinya sengaja datang jauh dari Kota Malang, berkat informasi yang ada dari sosial media.
“Awalnya saya hanya touring jelajah pesisir wilayah Madura, terinformasi dari sosmed sehingga kami mampir di pantai tersembunyi ini,” ungkapnya.
Dia sempat mengeluhkan akses menuju destinasi wisata yang terletak Desa Gumong, Pangpajung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan.
“Jujur butuh pengorbanan untuk bisa sampai ke lokasi hidden gem ini, selain jaraknya yang cukup jauh, dan akses jalan yang kurang bagus namun panorama pantai ini mampu membayar lelah perjalanan yang dilalui,” tuturnya.
Selain itu, pantai ini masih belum di kelola dengan serius oleh pemerintah desa atau pemkab setempat.
“Memang tidak ada tiket masuk di pantai ini, sayangnya tempat wisata ini sangat minin fasilitas, seperti parkir, tempat duduk permanen, maupun toilet umum yang layak. Minimal ada tempat sampah lah biar pantainya semakin cantik” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu pedagang Marju, menjelaskan bahwa dirinya sudah berjualan di lokasi tersebut sejak tahun 2009, walau tak seramai tempat wisata lain dirinya tetap bertahan.
“Sudah 17 tahun saya berjualan es dan gorengan di sini, setiap harinya waktu ramai tempat wisata ini setelah ashar 15.00 hingga sebelum magrib 17.15, kecuali hari sabtu dan minggu, biasanya ramai sepanjang hari,” jelasnya.

Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan masih rendah. Banyak sampah plastik dan sisa makanan yang berserakan di sekitar pantai akibat kurangnya kepedulian pengunjung maupun warga sekitar.
“Tak pernah bosan saya menghimbau kepada wisatawan atau warga sekitar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sudah saya sediakan galian tanah untuk sampah, yang setiap malamnya sampah tersebut saya bakar. Biar pantai ini tetap enak di pandang,” tutupnya.
Nardi (GEMADIKA.com)



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan