JAKARTA, GEMADIKA.com – Gusi berdarah sering dianggap sebagai masalah kesehatan mulut biasa. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda awal gangguan fungsi ginjal yang tidak boleh diabaikan.

Mengutip detikHealth yang melansir News Medical Life Science, para peneliti menemukan bahwa periodontitis atau penyakit gusi berkaitan dengan meningkatnya risiko penurunan fungsi ginjal, bahkan sejak tahap awal penyakit ginjal kronis (Chronic Kidney Disease/CKD).

Periodontitis merupakan penyakit pada jaringan penyangga gigi yang ditandai dengan gusi berdarah, peradangan kronis, kerusakan jaringan, hingga kehilangan gigi apabila tidak ditangani.

Sebelumnya, penyakit ini telah diketahui berkaitan dengan penyakit jantung dan diabetes. Kini, sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya hubungan dengan gangguan ginjal.

Studi Libatkan Lebih dari 6.000 Peserta

Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Oral Science pada 6 April 2026.

“Kami bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara periodontitis dan penanda disfungsi ginjal dini, termasuk penurunan fungsi ginjal dan albuminuria, serta mengeksplorasi peran mediasi potensial dari penanda inflamasi sistemik,” tulis peneliti.

Baca juga :  Bethsaida Hospital Serang Luncurkan Advanced Trauma Center, Perkuat Layanan Penanganan Cedera Terpadu di Banten

Penelitian melibatkan 6.179 peserta dalam Hamburg City Health Study di Jerman. Seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan gusi serta evaluasi fungsi ginjal menggunakan beberapa indikator medis, termasuk Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) dan Urine Albumin-Creatinine Ratio (uACR).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi periodontitis berat meningkat dari 14 persen pada peserta dengan fungsi ginjal normal menjadi 36 persen pada mereka yang mengalami penurunan fungsi ginjal sedang.

Selain itu, semakin tinggi kadar albumin dalam urine, semakin besar pula tingkat keparahan penyakit gusi yang dialami peserta.

Tetap Berhubungan Meski Faktor Risiko Diperhitungkan

Peneliti juga menemukan hubungan tersebut tetap terlihat setelah memperhitungkan berbagai faktor risiko lain, seperti usia, jenis kelamin, diabetes, dan kebiasaan merokok.

Artinya, penyakit gusi diduga memiliki hubungan tersendiri dengan gangguan fungsi ginjal dan tidak hanya disebabkan oleh faktor risiko yang sama.

Baca juga :  OJK Ingatkan Modus Penipuan Berkedok Nonton Drama China, Ratusan Pinjol Ilegal Berhasil Ditindak

Menurut salah satu pemimpin penelitian, Prof. Dr. Aarabi, kesehatan mulut dapat menjadi petunjuk penting dalam mendeteksi risiko penyakit ginjal sejak dini.

“Dengan menunjukkan adanya hubungan antara periodontitis dan penanda disfungsi ginjal dini, studi ini menyoroti kesehatan mulut sebagai jendela potensial untuk kesehatan ginjal,” ujarnya.

Meski demikian, penelitian ini menunjukkan adanya hubungan (asosiasi), bukan membuktikan bahwa penyakit gusi secara langsung menyebabkan penyakit ginjal. Diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan hubungan sebab-akibat tersebut.

Para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala seperti gusi berdarah yang terjadi berulang. Pemeriksaan ke dokter gigi dan menjaga kebersihan mulut secara rutin dapat membantu mendeteksi sekaligus mencegah berbagai masalah kesehatan.

Sumber: detikHealth, News Medical Life Science.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami