GROBOGAN, GEMADIKA.com – Di tengah perkembangan zaman, Sumur Ngunut di Desa Ngerandah, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, masih berdiri kokoh sebagai salah satu peninggalan bersejarah yang sarat nilai budaya dan menjadi sumber kehidupan masyarakat hingga saat ini.
Perangkat Desa Ngerandah sekaligus Kepala Dusun Winong menjelaskan bahwa Sumur Ngunut merupakan warisan leluhur yang sejak dahulu memiliki peran penting bagi masyarakat, terutama saat musim kemarau panjang.
Menurutnya, pada masa lalu ketika kekeringan melanda, warga berbondong-bondong mendatangi Sumur Ngunut untuk memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar segera diturunkan hujan. Kegiatan tersebut diisi dengan doa bersama atau sedekah (selametan), yang kemudian dilanjutkan dengan hiburan kesenian rakyat seperti Reog sebagai bentuk kebersamaan masyarakat.
“Sumur ini merupakan peninggalan nenek moyang yang sudah berusia puluhan tahun. Dahulu, setiap orang yang melintas di kawasan ini selalu mengucapkan salam sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat yang dianggap memiliki nilai sejarah,” ungkapnya kepada Tim Gemadika.
Sementara itu, Kepala Desa Ngerandah menegaskan bahwa keberadaan Sumur Ngunut bukan untuk disakralkan ataupun dikaitkan dengan praktik yang bertentangan dengan ajaran agama. Menurutnya, pelestarian sumur tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah sekaligus ungkapan rasa syukur atas karunia sumber mata air yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat selama bertahun-tahun.
“Sumur ini tidak pernah mengalami kekeringan. Sejak dulu hingga sekarang, mata airnya terus mengalir dan menjadi sumber kehidupan masyarakat, terutama untuk kebutuhan pertanian. Ini adalah warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan agar generasi mendatang mengetahui sejarah Desa Ngerandah,” jelas Kepala Desa.

Ia menambahkan, kawasan sekitar Sumur Ngunut sebelumnya masih dipenuhi rumpun bambu. Seiring perkembangan waktu, pemerintah desa mulai melakukan penataan dan pembaruan kawasan agar lebih tertata tanpa menghilangkan nilai sejarah yang melekat pada situs tersebut.
Ke depan, Pemerintah Desa Ngerandah berencana menganggarkan penataan dan pembersihan lingkungan sekitar Sumur Ngunut sehingga kawasan tersebut menjadi lebih nyaman sekaligus dapat dijadikan salah satu aset budaya dan sejarah desa.
Selain memiliki nilai historis, mata air Sumur Ngunut hingga kini masih dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber air untuk mengairi lahan pertanian, termasuk tanaman jagung dan berbagai komoditas pangan lainnya. Keberadaan sumber air tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan keberlangsungan kehidupan warga.
Pemerintah Desa berharap Sumur Ngunut tetap terjaga kelestariannya sebagai warisan leluhur, simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat. (Joko Purnomo)



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan