GROBOGAN, GEMADIKA.com – Di balik kesibukannya sebagai Kepala Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jasmi menyimpan kisah perjuangan hidup yang menginspirasi banyak orang. Tidak banyak yang mengetahui bahwa sekitar sepuluh tahun lalu, ia pernah divonis mengidap kanker payudara.

Vonis tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya. Ketakutan, kecemasan, dan ketidakpastian sempat menyelimuti hari-harinya. Namun, Jasmi memilih untuk bangkit. Dengan tekad yang kuat, dukungan keluarga, serta keyakinan untuk sembuh, ia menjalani berbagai tahapan pengobatan hingga akhirnya berhasil melewati masa-masa sulit tersebut.

Pengalaman itulah yang kemudian mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.

Kini, setelah pulih, Jasmi justru mendedikasikan sebagian waktunya untuk mendampingi warga yang tengah berjuang melawan penyakit yang sama.

Setiap kali mendengar ada warga Desa Cingkrong yang harus menjalani pemeriksaan ataupun pengobatan kanker di rumah sakit, ia hampir selalu berusaha hadir.ia juga mendampingi pasien dari desa lain, bahkan dari luar Kabupaten Grobogan, selama ada yang membutuhkan bantuannya. Tanpa diminta dan tanpa mengharapkan imbalan, Jasmi rela mengantar, menemani, hingga menunggu proses pengobatan selesai.

Baginya, pendampingan tersebut bukan sekadar bentuk pelayanan sebagai kepala desa, melainkan panggilan hati.

Ia memahami betul bagaimana rasanya duduk di ruang tunggu rumah sakit dengan perasaan cemas, menanti hasil pemeriksaan, menjalani terapi, hingga berusaha menguatkan diri di tengah berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.

Karena pernah berada di posisi itu, setiap kalimat penyemangat yang keluar dari mulutnya memiliki makna yang berbeda. Ia tidak berbicara berdasarkan teori ataupun cerita orang lain, tetapi berdasarkan pengalaman hidup yang benar-benar pernah dijalaninya.

Dalam setiap pendampingan, Jasmi tidak hanya mengantar pasien menuju rumah sakit. Ia juga membantu proses administrasi apabila diperlukan, menemani selama pemeriksaan, hingga menjadi tempat berbagi cerita ketika pasien mulai merasa lelah, takut, atau kehilangan semangat.

Sering kali, kehadirannya justru menjadi sumber kekuatan, bukan hanya bagi pasien, tetapi juga bagi keluarga yang ikut mendampingi.

Menurut Jasmi, perjuangan melawan kanker tidak cukup hanya dengan obat dan tindakan medis. Dukungan moral, perhatian, dan keyakinan bahwa seseorang tidak sedang berjuang sendirian memiliki peran yang sangat besar dalam proses penyembuhan.

Ia merasa kesembuhan yang diperolehnya merupakan anugerah dari Allah SWT yang harus disyukuri dengan cara memberi manfaat bagi sesama.

“Kalau dulu banyak orang yang menguatkan saya, sekarang giliran saya yang harus menguatkan mereka,” menjadi prinsip yang selalu ia pegang dalam setiap langkah pengabdiannya.

Kepedulian tersebut membuat masyarakat Desa Cingkrong menaruh rasa hormat yang besar kepada sosok Jasmi. Mereka melihat seorang pemimpin yang tidak hanya hadir saat menjalankan roda pemerintahan desa, tetapi juga berada di sisi warganya ketika menghadapi masa-masa paling sulit dalam kehidupan.

Bahkan, pendampingan yang dilakukan Jasmi tidak hanya terbatas bagi warga Desa Cingkrong. Ia juga beberapa kali mendampingi pasien dari luar desa, bahkan luar Kabupaten Grobogan, yang membutuhkan dukungan selama menjalani pengobatan.

Baginya, rasa kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah.

Kisah hidup Jasmi menjadi bukti bahwa luka di masa lalu dapat berubah menjadi sumber kekuatan untuk menolong orang lain. Vonis kanker yang pernah menghampirinya tidak menjadikannya tenggelam dalam kesedihan. Sebaliknya, pengalaman itu menumbuhkan empati yang mendalam dan melahirkan ketulusan untuk terus mendampingi para pejuang kanker.

Setiap perjalanan menuju rumah sakit bersama pasien bukan sekadar perjalanan biasa. Bagi Jasmi, itu adalah perjalanan harapan—sebuah ikhtiar untuk memastikan bahwa tidak ada pejuang kanker yang merasa sendirian menghadapi penyakitnya.

Melalui kepedulian sederhana yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, Jasmi membuktikan bahwa seorang pemimpin bukan hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan kebijakan, tetapi juga ketika mereka membutuhkan pelukan, semangat, dan keyakinan untuk terus bertahan.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami