GROBOGAN, GEMADIKA.com – Di tengah tantangan fluktuasi harga komoditas pertanian, Margu (47), seorang petani asal Dusun Bodak, Desa Bandungharjo, Kabupaten Grobogan, Rabu (02/07/2025).
Sudah tujuh tahun terakhir ia fokus membudidayakan bawang merah dan melon jenis Amanda sebagai sumber utama penghasilan keluarganya.
Pak Margu baru saja memulai masa tanam bawang merah. Menurutnya, proses budidaya dari awal tanam hingga masa panen memerlukan waktu sekitar dua bulan. Dalam satu tahun, tanaman bawang merah bisa dipanen hingga empat kali.
“Bibit bawang merah saya beli dari Nganjuk, Jawa Timur. Harganya Rp50.000 per kilogram. Satu kilogram bibit bisa menghasilkan hingga 15 kilogram bawang siap jual,” ungkap Pak Margu saat ditemui tim Media Gemadika.

Meski produktivitas bawang merah cukup menjanjikan, Pak Margu mengeluhkan ketidakstabilan harga di pasaran yang sering membuat pendapatan tak menentu. Ia berharap ada intervensi dari pemerintah desa maupun dinas terkait untuk menjaga kestabilan harga komoditas, khususnya di musim panen raya.
Tak hanya bawang merah, Pak Margu juga membudidayakan melon jenis Amanda di lahan seluas seperempat hektare. Bibit melon ia beli dari toko pertanian Sumbertani seharga Rp185.000 per pes. Dalam satu pes bibit, jika dikelola dengan baik, bisa menghasilkan omzet hingga Rp5 juta. Untuk saat ini, ia menanam tujuh pes bibit melon yang diperkirakan bisa dipanen dalam waktu 65 hari sejak tanam.
“Melon ini punya nilai jual tinggi kalau kualitasnya bagus. Tapi tetap saja, harga juga kadang naik turun, apalagi kalau pas musim panen serempak,” tuturnya.
Pak Margu berharap ke depan ada perhatian lebih dari pemerintah desa maupun pihak terkait, baik berupa pembinaan, akses pemasaran, hingga penjaminan harga agar para petani seperti dirinya bisa lebih sejahtera dan berdaya saing. (Joko P)




