GROBOGAN, GEMADIKA.com – SD Negeri 3 Juworo yang berada di Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, hanya menerima satu siswa baru dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026. Jumlah pendaftar yang sangat minim ini memicu usulan regrouping atau penggabungan dengan sekolah terdekat.
Berdasarkan pantauan wartawan GEMADIKA.com, untuk mencapai SDN 3 Juworo, harus menempuh perjalanan sejauh kurang lebih satu kilometer melewati kawasan hutan. Bangunan sekolah tersebut tampak berdiri di sisi kiri jalan, berada di ujung kampung yang berbatasan langsung dengan area hutan.

Kepala Sekolah SDN 3 Juworo mengaku sudah berkoordinasi dengan kepala desa untuk mengajukan usulan regrouping ke Dinas Pendidikan.
Ia sudah diskusi dengan Pak Kades. Warga sekitar memang sudah tidak banyak yang punya anak usia sekolah. Jadi sepakat mengusulkan penggabungan dengan SDN 1 Juworo yang paling dekat.
Dengan kondisi seperti itu, jumlah siswa SDN 3 Juworo saat ini hanya sekitar 30-an.
Sementara itu, Tyas sebagai Warga Dusun Goprak, menyebutkan bahwa lokasi SDN 3 Juworo memang kurang strategis dibandingkan dengan SDN 1 Juworo yang berada di tengah kampung.

“SDN 3 itu di ujung kampung, setelahnya langsung hutan. SDN 1 lebih di tengah kampung, jadi warga banyak yang lebih memilih menyekolahkan anak-anaknya ke sana. Dulu di SDN 1 juga ada TK-nya, bisa bantu menjaring siswa baru, tapi sekarang sudah tidak ada,” jelas Tyas.
Merespons kondisi tersebut, Kepala Desa Juworo, Aris Dwi Haryanto, menyampaikan bahwa pihaknya bersama jajaran sekolah telah mengajukan usulan resmi ke Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Pendidikan Geyer agar SDN 3 Juworo diregrouping.
Setelah nantinya berhasil digabung, maka lahan milik desa itu akan dialih fungsikan menjadi balai desa baru.
Sedangkan bangunan balai desa lama yang berada di tepi jalan Purwodadi–Solo tersebut, dinilai cukup strategis untuk dijadikan pasar desa. Lantaran selama ini sudah digunakan beberapa PKL untuk berjualan. Aris menilai lokasi tersebut merupakan titik paling ideal. (Redaksi)




