JAKARTA, GEMADIKA.com – Pertemuan strategis antara Bupati Nagan Raya dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof. Yusril Ihza Mahendra menghasilkan kesepakatan penting terkait masa depan daerah dan Aceh.

Dr. TR. Keumangan, yang akrab disapa TRK, diterima langsung oleh Prof. Yusril di ruang kerjanya, Jakarta, pada Rabu (16/7/2025).

Pertemuan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh perhatian terhadap dinamika pembangunan daerah.

Dalam dialog yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, TRK menyampaikan keprihatinannya mengenai kondisi terkini yang dialami daerah-daerah di Indonesia. Menurutnya, kewenangan kabupaten semakin hari semakin terbatas, yang berpotensi menghambat laju pembangunan ekonomi lokal.

“Daerah perlu berinovasi untuk meningkatkan nilai pendapatan, jika kewenangan semakin sempit saya pikir tentu sedikit banyak akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujar TRK dengan nada serius.

Pernyataan ini mencerminkan kegelisahan yang dialami banyak kepala daerah di Indonesia, di mana sentralisasi kebijakan kerap membatasi ruang gerak pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi wilayahnya.

Baca juga :  Kunjungan Prabowo ke Prancis Hasilkan USD 3,5 Miliar, dari Bisnis Energi hingga Pabrik Radar Buatan Indonesia

Sebagai mantan Sekretaris Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Provinsi Aceh pada Pilpres 2024, TRK juga menyinggung isu krusial yang tengah dihadapi Aceh. Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang telah menjadi tulang punggung pembangunan Aceh akan segera berakhir.

“Saya mohon pak menteri dapat menyampaikan kepada bapak Presiden terkait perpanjangan dana otsus, berakhirnya dana otsus ikut mempengaruhi kondisi keuangan dan kegiatan pembangunan di tingkat kabupaten,” ujar mantan Pimpinan DPR Aceh periode 2019-2024 itu.

Permintaan ini bukan tanpa alasan. Dana Otsus selama ini telah menjadi sumber utama pembiayaan berbagai program pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di Aceh.

Menanggapi aspirasi tersebut, Prof. Yusril menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kemajuan Aceh. Ahli hukum tata negara ini mengungkapkan hubungan emosionalnya dengan Tanah Rencong yang telah terjalin sejak usia muda.

“Dari umur 22 tahun tokoh-tokoh Aceh yang saat ini sudah almarhum menitipkan Aceh ke saya, mereka selalu bilang bantu Aceh, dan Insya Allah terkait perpanjangan dana otsus juga akan saya sampaikan ke pak Presiden,” ujar Prof. Yusril dengan penuh semangat.

Baca juga :  KPK Panggil 4 Hakim Terkait Kasus Dugaan Suap Sengketa Lahan di PN Depok

Pernyataan ini menunjukkan bahwa komitmen Prof. Yusril terhadap Aceh bukan sekadar janji politik, melainkan amanah personal yang telah dipikul sejak lama.

Usai pertemuan yang berlangsung produktif tersebut, TRK menyampaikan kepuasannya atas respons positif yang diberikan Menko Polhukam. Kedekatan Prof. Yusril dengan Presiden Prabowo menjadi harapan besar bagi masyarakat Aceh.

“Sebagai orang dekat Presiden tentu kita berharap beliau dapat mengakomodir aspirasi masyarakat Aceh untuk kemudian dapat disampaikan langsung ke Bapak Presiden,” tutup Ketua Raja-Raja Aceh itu dengan penuh optimisme.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menjembatani kepentingan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat, khususnya dalam menjaga kesinambungan pembangunan di Aceh. (Rahmat P Ritonga)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami