JAKARTA, GEMADIKA.com – Stroke saat ini bukan hanya menjadi ancaman bagi lanjut usia (lansia), tetapi juga kalangan usia muda akibat gaya hidup yang kurang sehat, seperti minim aktivitas fisik dan pola makan tidak terjaga. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab, gejala, serta penanganan dini stroke agar tidak menimbulkan risiko kecacatan bahkan kematian.

Dokter Spesialis Neurologi Konsultan Neurofisiologi Klinis dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Manfaluthy Hakim, Sp.N (K) menjelaskan, stroke adalah kondisi ketika fungsi otak mengalami gangguan mendadak karena peredaran darah yang tersumbat atau terjadi perdarahan.

Baca juga :  Kemendikdasmen Panggil 60.896 Guru Ikuti PPG Tahap 2 Tahun 2026, Simak Jadwal Lengkapnya

“Ini menjadikan stroke sebagai kondisi gawat darurat (brain attack) yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Penanganan dini tentu dapat mengurangi kerusakan otak dan meminimalisir kecacatan pascastroke,” ujar dr. Manfaluthy.

Gejala Stroke yang Perlu Diwaspadai

Stroke sering muncul secara tiba-tiba dan memengaruhi fungsi tubuh, di antaranya:

  • Kesulitan bergerak mendadak,
  • Kesulitan berbicara atau bicara pelo,
  • Lemas atau baal di salah satu sisi tubuh.

Dokter Spesialis Neurologi dari Mayapada Hospital Kuningan, dr. R. Amanda Nabilah, Sp.N, menegaskan bahwa masyarakat harus memahami gejala stroke dengan benar agar tidak terlambat mendapatkan penanganan.

Baca juga :  Mulai 1 Juli 2026, Medicare AS Tanggung Obat Penurun Berat Badan Wegovy dan Zepbound

“Beberapa orang mungkin mengalami gangguan sementara pada aliran darah ke otak yang disebut stroke mini atau TIA (Transient Ischemic Attack). Gejalanya mirip stroke, tapi biasanya hilang dalam waktu kurang dari 24 jam. Sebaliknya, pada stroke, gangguan bisa berlangsung lebih dari 24 jam. Memahami perbedaan ini penting agar Anda segera mendapatkan penanganan medis dengan cepat dan tepat,” jelas dr. Amanda. yang di kutip dari Cnn indonesia.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami