BANGKALAN, GEMADIKA.com – Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus berupaya melestarikan serta mengembangkan kuliner khas daerah sebagai bagian dari identitas budaya dan kearifan lokal.

Upaya ini diharapkan dapat memperkenalkan dan mengembangkan dua kuliner khas Bangkalan, yakni Topak Ladeh dan Nasi Serpang, agar bisa terus dikenal luas oleh masyarakat.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Bangkalan, Hendra Gemma Dominant mengatakan bahwa dua kuliner tersebut penting untuk diselamatkan dan didaftarkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

“Salah satu tahapan untuk dapat di daftarkan WBTB adalah kegiatan sosialisasi seperti kemarin, kemudian dilanjut dengan kajian ilmiah, menampilkan film dokumenter dan pengajuan proposal. Yang jelas tahun ini kami akan coba melengkapi terlebih dahulu, baru di tahun 2026 kami lakukan pendaftaran,” ungkap Hendra, Rabu (29/08/2025).

Baca juga :  Pembunuhan Sadis di Lumajang Terungkap, Pemuda 18 Tahun Diduga Rekayasa TKP untuk Kelabui Polisi

Ia mengatakan bahwa dua kuliner tersebut penting untuk diselamatkan dan kerap di jumpai di kalangan masyarakat, kecuali topak ladeh yang adanya musiman.

“Memang kuliner khas Bangkalan ini cukup banyak, secara bertahap semuanya akan kami akomodir, karena topak ladeh dan nasi serpang ini sudah menjadi kuliner legend di kalangan masyarakat Bangkalan,” Pungkasnya.

Baca juga :  Sengketa Rumah di Surabaya Viral! Wawali Cak Ji Turun Tangan Mediasi Pembeli Sah dan Pengontrak

Adapun pemateri yang kita undang kemarin dalah para maestro yang terbukti telah mempertahankan ke origilanan makanan khas Bangkalan.

“Salah satunya yang menjadi narasumber kemarin Ibu Supik, beliau benar-benar maestro khususnya di kuliner topak ladeh. Dari cara pembuatan bumbu masih menggunakan cara tradisional dan konsisten hingga saat ini. Adapun tujuan kami disini memang memberikan pelestarian untuk di catat dan mengakomodir agar supaya ikon kita tidak hilang,” tutup Hendra. (nardi)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami