JAKARTA, GEMADIKA.com – Setiap tanggal 15 September, dunia memperingati Hari Demokrasi Internasional atau International Day of Democracy. Tahun ini menjadi peringatan ke-18 sejak ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada 2007.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa demokrasi bukan hanya sebuah sistem politik, melainkan juga proses yang terus berkembang dengan partisipasi aktif masyarakat, pemerintah, dan komunitas internasional.

Latar Belakang Hari Demokrasi Internasional

Mengutip dari situs resmi PBB, Hari Demokrasi Internasional memberi kesempatan bagi dunia untuk meninjau kondisi demokrasi secara global. Demokrasi dipandang sebagai tujuan sekaligus proses. Hanya melalui dukungan penuh masyarakat sipil, badan pemerintahan, dan individu, cita-cita demokrasi bisa terwujud serta dirasakan semua orang.

Salah satu fondasi penting demokrasi adalah kebebasan berekspresi, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Pasal tersebut menyatakan:

Baca juga :  Teknologi AI Semakin Berkembang, Dunia Pendidikan Mulai Beradaptasi

“Setiap orang berhak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi; hak ini termasuk kebebasan untuk berpendapat tanpa gangguan dan untuk mencari, menerima, dan menyampaikan informasi dan ide melalui media apa pun dan tanpa memandang batas-batas.”

Kebebasan pers dan demokrasi juga memiliki hubungan erat sebagaimana tercantum dalam Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik.

Peringatan Hari Demokrasi 2025

Demokrasi mendapatkan kekuatannya dari rakyat: suara, pilihan, dan partisipasi mereka dalam membentuk masyarakat. Demokrasi tumbuh subur ketika hak-hak dilindungi, terutama bagi kelompok rentan dan yang sering tertinggal.

Pada peringatan ke-18 ini, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menekankan pentingnya keberanian rakyat untuk terus memperjuangkan partisipasi demokratis.

Ia menegaskan, “Keberanian orang-orang di mana pun yang membentuk masyarakat mereka melalui dialog, partisipasi, dan kepercayaan” lebih penting dari sebelumnya, terutama “di saat demokrasi dan supremasi hukum diserang oleh disinformasi, perpecahan, dan menyempitnya ruang sipil.”

Baca juga :  Kemendagri dan Dekranas Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Pelatihan Meronce Selendang Wastra

Agenda Resmi PBB

Dana Demokrasi PBB (United Nations Democracy Fund/UNDEF) akan menyelenggarakan peringatan resmi pada Senin, 15 September 2025 di Markas Besar PBB, New York. Acara ini mengusung tema “From Voice to Action” atau “Dari Suara Menjadi Aksi”.

Berakar pada prinsip “We the Peoples”, kegiatan ini bertujuan menegaskan kembali demokrasi sebagai kekuatan yang menumbuhkan harapan dan mendorong kerja sama lintas negara.

Sejak berdiri 20 tahun lalu, UNDEF telah berperan besar dalam mendukung demokrasi di berbagai belahan dunia. Programnya mencakup pemberdayaan masyarakat sipil, peningkatan partisipasi inklusif, serta memperkuat lembaga yang menjunjung hak asasi manusia dan supremasi hukum.
sumber di lansir dari : detiknews

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami