JAKARTA, GEMADIKA.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan pelemahan. Sejumlah pengamat menilai kondisi ini berpotensi membuat kurs dolar AS menembus level Rp17.000 pada Oktober mendatang.
Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas, Ibrahim Aswabi, menjelaskan bahwa jika Rupiah mencapai Rp16.800 per dolar AS, maka peluang menembus Rp17.000 sangat terbuka.
“Kalau seandainya tembus level Rp16.800, ada harapan bahwa dalam bulan Oktober Rupiah tembus di Rp17.000. Itu sangat mungkin sekali terjadi,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (25/9/2025).
Dari pantauan di situs resmi beberapa bank, dolar AS sudah dijual mendekati level Rp16.900. Bahkan, sejumlah bank menetapkan kurs jual di kisaran Rp16.700–Rp16.900 per dolar AS.
Pelemahan Rupiah ini dipengaruhi berbagai faktor eksternal, termasuk penguatan dolar akibat kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta ketidakpastian kondisi ekonomi global. Di sisi lain, permintaan dolar di dalam negeri juga meningkat, sehingga menambah tekanan terhadap Rupiah.
Jika benar menembus Rp17.000, kondisi tersebut akan menjadi yang pertama sejak krisis moneter Asia pada 1998, ketika Rupiah sempat anjlok hingga lebih dari Rp16.000 per dolar AS. Setelah itu, Rupiah relatif stabil di bawah Rp15.000, meski sempat melemah mendekati Rp16.800 pada pertengahan 2020 saat pandemi Covid-19 melanda.
Bank Indonesia (BI) disebut tengah memantau perkembangan pasar dan menyiapkan langkah intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi terkait strategi tambahan yang akan diambil jika pelemahan terus berlanjut.




