MAMASA, GEMADIKA.com – Organisasi kepemudaan Sinergi Muda Mamasa (SMM) menyatakan sikap tegas agar pemerintah daerah menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek-proyek pembangunan di Kabupaten Mamasa.

SMM mendesak transparansi dan akuntabilitas total atas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dinilai berpotensi besar merugikan keuangan negara dan mencederai keadilan publik.

Ketua Harian Sinergi Muda Mamasa, Ryan Mewa’, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat cara-cara yang ia sebut sangat berpotensi merugikan keuangan negara.

Dalam keterangannya, Ryan Mewa’ menekankan bahwa APBD Mamasa seharusnya diperuntukkan bagi kesejahteraan seluruh masyarakat, bukan untuk memperkaya segelintir orang.

“Penguasaan proyek oleh segelintir orang tanpa transparansi dan akuntabilitas akan berdampak buruk bagi masyarakat Mamasa,” ujar Ryan. “Dana publik yang seharusnya digunakan untuk kepentingan bersama, bisa menjadi ladang korupsi dan dinikmati oleh oknum yang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan kelompoknya.”

Baca juga :  Inspektur Sulbar Bawakan Keynote Speech pada Sharing Session Pengelolaan Keuangan Daerah

Menurut Ryan, dampak langsung dari praktik ini adalah kualitas pembangunan yang buruk dan infrastruktur yang tidak memadai, yang pada akhirnya merugikan masyarakat Mamasa sendiri. Ia juga menyoroti bahwa praktik monopoli proyek ini secara tidak langsung dapat merusak nama baik Bupati dan pemerintah daerah, karena terkesan membiarkan ketidakadilan terjadi.

“Kepemimpinan yang seharusnya menjadi contoh dan pelindung kepentingan rakyat, malah terkesan membiarkan praktik-praktik monopoli terjadi. Ini sangat memprihatinkan dan patut untuk kita TOLAK & LAWAN BERSAMA,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, SMM menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Mamasa, aparat hukum, DPRD, LSM, dan media untuk bersama-sama melakukan pengawasan ketat terhadap beberapa proyek besar yang saat ini sedang berjalan, yang totalnya mencapai belasan miliar rupiah.

Baca juga :  Banjir dan Longsor Hantam Mamasa dan Polman, 23 Jiwa Terdampak BPBD Sulbar Siaga 24 Jam

Berikut adalah daftar proyek yang menjadi sorotan Sinergi Muda Mamasa:
1. Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Tier 2 Kab. Mamasa senilai Rp 12 miliar lebih.
2. Jalan Beton di Dinas Transmigrasi-Rantim senilai Rp 4,2 miliar.
3. Jalan Beton di Transmigrasi-Rantim senilai Rp 3,8 miliar.
4. Rehab Kantor KB Kec. Messawa senilai Rp 283 juta lebih.
5. Anggaran proyek fisik di Dinas Transmigrasi lainnya senilai Rp 12 miliar (total anggaran fisik Transmigrasi).

SMM mengajak masyarakat yang memiliki informasi mengenai adanya pelanggaran atau penyimpangan dalam proyek-proyek tersebut untuk segera melaporkannya kepada Sinergi Muda Mamasa.

“Mari kita bersama-sama menjaga integritas dan transparansi dalam pembangunan di Kabupaten Mamasa demi masa depan yang lebih baik,” pungkas Ryan Mewa’. (Antyka)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami