JAKARTA, GEMADIKA.com – Penemuan komet 3I/ATLAS kembali ramai dibicarakan di media sosial. Banyak masyarakat yang penasaran dengan objek antarbintang (interstellar object) langka yang melintas di tata surya kita ini. Tak sedikit pula yang mengaitkannya dengan beragam teori konspirasi.

Namun, komet 3I/ATLAS bukanlah misteri tanpa dasar ilmiah. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) terus meneliti dan memperbarui informasi tentang komet ini. Lantas, apa itu komet 3I/ATLAS dan apakah berbahaya bagi Bumi?

Objek Antarbintang Ketiga yang Ditemukan

Merujuk laman resmi NASA, 3I/ATLAS adalah komet ketiga yang dikonfirmasi berasal dari luar tata surya. Huruf “I” dalam namanya menandakan bahwa ia termasuk dalam kategori interstellar, atau objek yang datang dari sistem bintang lain. Sebelumnya, hanya dua objek sejenis yang pernah ditemukan: 1I/ʻOumuamua pada 2017 dan 2I/Borisov pada 2019.

“Komet 3I/ATLAS adalah objek ketiga yang diketahui berasal dari luar sistem tata surya kita yang ditemukan melintasi wilayah langit kita. Para astronom telah mengklasifikasikan objek ini sebagai objek antarbintang karena bentuk lintasan orbitnya yang hiperbolik,” demikian keterangan NASA.

Lintasan Hiperbolik dengan Kecepatan Luar Biasa

“Saat ditemukan, komet antarbintang tersebut bergerak dengan kecepatan sekitar 137.000 mil per jam (221.000 kilometer per jam, atau 61 kilometer per detik), dan kecepatannya akan meningkat seiring mendekati Matahari,” tulis NASA dalam keterangannya.

Ditemukan oleh Teleskop ATLAS di Chile

Pada 1 Juli 2025, teleskop survei ATLAS (Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System) yang didanai NASA di Rio Hurtado, Chile, pertama kali melaporkan pengamatan komet yang berasal dari ruang antarbintang. Datang dari arah rasi bintang Sagittarius, komet antarbintang ini secara resmi diberi nama 3I/ATLAS. Saat ini, komet tersebut berada sekitar 420 juta mil (670 juta kilometer) dari Bumi.

NASA: Tidak Berbahaya bagi Bumi

NASA memastikan bahwa komet 3I/ATLAS tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi. Jalur lintasannya tidak bersinggungan dengan orbit planet mana pun, termasuk Bumi. Komet ini akan terus melintas menjauhi tata surya setelah mencapai titik terdekatnya pada akhir Oktober 2025.

“Komet 3I/ATLAS tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi dan akan tetap berada jauh. Jarak terdekat yang akan dicapai komet ini dengan Bumi adalah sekitar 1,8 satuan astronomi (sekitar 270 juta kilometer). 3I/ATLAS akan mencapai titik terdekatnya dengan Matahari pada sekitar 30 Oktober 2025, pada jarak sekitar 1,4 AU (210 juta kilometer), tepat di dalam orbit Mars,” terang NASA.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir dengan keberadaan komet 3I/ATLAS. Kehadiran objek antarbintang ini justru menjadi momentum penting bagi dunia astronomi untuk mempelajari lebih dalam tentang alam semesta di luar tata surya kita.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami