NAGAN RAYA, GEMADIKA.com – Kabar gembira datang dari wilayah pegunungan Nagan Raya. Masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang selama ini hanya memiliki fasilitas pendidikan hingga tingkat SMP, akhirnya akan segera memiliki Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kehadiran SMA ini menjadi jawaban atas harapan panjang warga yang bermukim di dataran tinggi tersebut. Selama ini, banyak generasi muda terpaksa putus sekolah atau harus menempuh perjalanan jauh ke luar kecamatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
Kepastian ini terungkap saat kunjungan tim Dinas Pendidikan Provinsi Aceh ke Beutong Ateuh Banggalang pada hari ini. Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang SMA/PKLK Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd., didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Nagan Raya, Arizal.
Mereka meninjau langsung bangunan yang akan digunakan serta membahas kesiapan proses belajar mengajar untuk tingkat SMA di wilayah tersebut.
Berawal dari Aspirasi Masyarakat
Kepala Dinas Pendidikan Nagan Raya yang saat ini juga menjabat sebagai Plt. Sekda, Zulkifli, mengungkapkan bahwa gagasan pendirian SMA di Beutong Ateuh Banggalang sudah dimulai sejak tahun lalu.
Proses awal dimulai ketika Bupati Nagan Raya saat ini, Dr. TR. Keumangan, masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRA. Beliau bersama tokoh masyarakat setempat menyuarakan pentingnya kehadiran sekolah menengah atas di wilayah tersebut.
Keterbatasan ekonomi yang dialami sebagian masyarakat telah menyebabkan banyaknya generasi muda putus sekolah setelah lulus SMP. Kondisi ini mendorong para tokoh masyarakat untuk memperjuangkan hadirnya fasilitas pendidikan yang lebih memadai.
“Kala itu pak Bupati masih menjabat Wakil Ketua DPRA tahun lalu, saya sendiri yang membawa usulan dan aspirasi itu bersama tokoh masyarakat, alhamdulillah kini telah membuahkan hasil,” ucap Zulkifli dengan penuh syukur.
Sebagai pimpinan lembaga DPRA waktu itu, pria yang akrab disapa TRK langsung menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Alhudri untuk menindaklanjuti usulan tersebut. Respons cepat dan komitmen kuat dari berbagai pihak membuat mimpi ini kini hampir menjadi kenyataan.
Sistem Pembelajaran Jarak Jauh
Zulkifli menjelaskan bahwa rencana penerimaan siswa baru akan dilakukan dalam waktu dekat, tepatnya untuk tahun ajaran 2026/2027. Untuk sementara waktu, para siswa akan didaftarkan di SMA 2 Beutong, namun proses belajar mengajar tetap akan dilaksanakan di Beutong Ateuh Banggalang dengan menerapkan sistem sekolah jarak jauh.
Langkah ini diambil untuk memastikan siswa dapat segera mengakses pendidikan tanpa harus menunggu penyelesaian seluruh administrasi pembukaan sekolah baru.
Wujud Visi Misi Pemerintah Daerah
Camat Beutong Ateuh Banggalang, Zulkifli, S.Keb., menyambut baik rencana pembukaan SMA ini. Menurutnya, kehadiran sekolah menengah atas di wilayahnya merupakan perwujudan nyata dari visi misi Bupati dan Wakil Bupati Nagan Raya, khususnya di bidang pendidikan.
“Kita punya visi mewujudkan Nagan Raya yang madani dan mandiri, kehadiran sekolah ini nantinya merupakan wujud dari Nagan Raya yang madani yaitu upaya melahirkan generasi muda yang berwawasan dan berkarakter, termasuk di Beutong Ateuh Banggalang,” ujar sang Camat dengan penuh harap.
Antusiasme Masyarakat
Para kepala desa yang hadir dalam acara peninjauan menyatakan rasa syukur dan terima kasih atas upaya nyata pemerintah daerah. Mereka menegaskan bahwa masyarakat Beutong Ateuh Banggalang telah lama menanti kehadiran sekolah menengah tingkat atas.
M. Yusuf, salah seorang Kepala Desa yang hadir, menyampaikan apresiasinya dengan penuh haru.
“Kami berterima kasih kepada bapak bupati Nagan Raya yang selalu berjuang untuk kami, hanya sama beliau kami bisa sampaikan hal-hal seperti ini, Insya Allah ke depan pendidikan akan semakin maju di wilayah kami,” ujar M. Yusuf.
Kehadiran SMA di Beutong Ateuh Banggalang diharapkan dapat mengurangi angka putus sekolah dan membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian, masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak pegunungan bukan lagi sekadar impian. (Rahmat P Ritonga)




