GROBOGAN, GEMADIKA.com – Akses utama warga menuju Purwodadi sempat terancam akibat longsor yang menggerus sisi kanan dan kiri jembatan penghubung Dusun Jetis dan Dusun Sendangsari, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, mengingat jembatan itu merupakan jalur vital yang digunakan setiap hari untuk bekerja, bersekolah, hingga menjalankan aktivitas ekonomi.

Menyadari pentingnya akses tersebut, Pemerintah Desa Tambirejo langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat pada Senin (30/3/2026). Langkah awal yang dilakukan berupa pemasangan prancah bambu serta pembuatan anyaman bronjong guna memperkuat struktur tanah yang mengalami longsor.

Di tengah kondisi tanah yang masih labil, para pekerja tetap berjibaku di lokasi untuk mencegah terjadinya longsor susulan yang berpotensi memutus akses utama warga.

Baca juga :  Rusia Hujani Ukraina dengan Rudal Hipersonik Oreshnik, Empat Orang Tewas di Kyiv

Kepala tukang, Subandi, menjelaskan bahwa pemasangan bronjong akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai bagian dari perbaikan permanen.

“Total pengerjaan sepanjang 40 meter di sisi kanan dan 40 meter di sisi kiri, jadi keseluruhan 80 meter. Kami targetkan selesai sekitar dua minggu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tambirejo, Yakup Raras Puspita Nianto, menegaskan bahwa penanganan jembatan ini menjadi prioritas utama pemerintah desa karena menyangkut keselamatan dan kebutuhan masyarakat.

“Jembatan ini adalah urat nadi warga menuju Purwodadi. Kalau sampai terputus, aktivitas masyarakat akan sangat terganggu. Karena itu kami bergerak cepat agar kondisi segera normal kembali,” ujarnya.

Baca juga :  Progres Pembangunan Jembatan Garuda Capai 90 Persen, Papan Pijakan Mulai Dipotong dan Dicat

Ia juga berharap proses pengerjaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan serta mendapat dukungan dari seluruh masyarakat.

Pemerintah desa turut mengimbau warga untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi, mengingat proses perbaikan masih berlangsung dan kondisi tanah masih rawan.

Upaya cepat yang dilakukan ini diharapkan mampu menjaga kelancaran mobilitas warga sekaligus meminimalkan dampak ekonomi yang lebih luas akibat gangguan akses transportasi.

(Joko Purnomo)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami