JAKARTA, GEMADIKA.com – Perdebatan soal penanganan aksi begal kembali menjadi sorotan publik setelah pengacara kondang Hotman Paris melayangkan kritik keras terhadap Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai.

Perseteruan keduanya mencuat setelah Natalius Pigai menyatakan penolakannya terhadap usulan tembak mati pelaku begal di tempat. Menurut Pigai, tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia.

Pigai menegaskan bahwa pelaku kejahatan tetap harus diproses sesuai hukum yang berlaku dan tidak boleh dieksekusi di luar prosedur hukum.

“Pelaku harus ditangkap dan diproses hukum. Jangan sampai masyarakat main hakim sendiri,” ujar Pigai dalam pernyataannya.

Baca juga :  Viral! Pengamen Di Labrak Waktu Istirahat Warga, Pemilik Rumah Emosi di Teras

Pernyataan tersebut kemudian menuai respons keras dari Hotman Paris. Pengacara ternama itu menilai pernyataan Menteri HAM kurang menunjukkan empati terhadap para korban kejahatan jalanan yang selama ini meresahkan masyarakat.

Hotman bahkan mempertanyakan sikap Pigai apabila keluarganya sendiri menjadi korban begal.

Tak hanya itu, Hotman juga mendesak Presiden untuk mengevaluasi keberadaan Kementerian HAM. Ia menilai lembaga tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan dalam memberikan perlindungan nyata kepada masyarakat.

Baca juga :  Sering Begah dan Susah BAB Setelah Makan Daging? Ini Penjelasan Dokter

“Kalau terus seperti ini, lebih baik kementeriannya dibubarkan saja,” kritik Hotman Paris.

Perdebatan ini pun memancing berbagai tanggapan dari masyarakat di media sosial. Sebagian mendukung pendekatan HAM yang disampaikan Pigai, sementara sebagian lain menilai tindakan tegas terhadap pelaku begal diperlukan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Pengamat menilai polemik tersebut menunjukkan masih adanya perbedaan pandangan antara pendekatan penegakan hukum yang keras dengan prinsip perlindungan hak asasi manusia.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami