JAKARTA, GEMADIKA.com — Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu perdebatan di kalangan pelaku pasar dan pengamat ekonomi. Salah satu kritik datang dari seorang pemerhati pasar modal yang menilai kondisi bursa saham saat ini mencerminkan menurunnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Menurutnya, banyak investor yang sebelumnya menganggap level IHSG di kisaran 7.500 sebagai titik terendah (bottom) setelah mengalami koreksi dari level 9.000. Keyakinan tersebut mendorong sebagian investor melakukan pembelian saham maupun strategi rata-rata turun (average down).

Namun, ketika IHSG kembali terkoreksi hingga berada di kisaran 6.100-an, sejumlah investor disebut mengalami kerugian yang cukup besar akibat penurunan nilai portofolio mereka.

Baca juga :  Kekayaan Prajogo Pangestu Anjlok Ratusan Triliun, Efek MSCI dan Gejolak Saham Grup Barito

Dalam pandangannya, kondisi tersebut membuat berbagai pendekatan investasi, baik berbasis analisis fundamental maupun teknikal, menjadi lebih sulit diprediksi dibanding periode sebelumnya.

Ia juga mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai belum mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Menurutnya, pelaku usaha dan investor masih menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi jangka panjang sebelum melakukan ekspansi atau investasi yang lebih agresif.

Selain itu, ia menilai pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta tekanan yang terjadi di pasar modal menjadi indikator yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Baca juga :  Viral! Hasil USG Bikin Kaget, Wanita Ini Ternyata Hamil Anak Kembar Lima

Pengamat tersebut berpendapat bahwa pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap sejumlah program strategis agar mampu meningkatkan optimisme pasar dan mendorong masuknya kembali investasi ke dalam negeri.

Meski demikian, sejumlah ekonom berpendapat bahwa pergerakan IHSG dan nilai tukar rupiah dipengaruhi banyak faktor, baik domestik maupun global, termasuk kondisi ekonomi dunia, suku bunga internasional, dinamika geopolitik, hingga sentimen investor terhadap pasar negara berkembang.

Karena itu, perkembangan pasar modal dan perekonomian nasional masih perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi yang ada.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami