BANDUNG, GEMADIKA.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang lurah di Kota Bandung diduga marah-marah di sebuah puskesmas viral di media sosial dan aplikasi perpesanan. Rekaman tersebut langsung menyedot perhatian publik dan menuai beragam tanggapan warganet.

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa itu disebut terjadi di wilayah Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada awal Mei 2026. Dalam video amatir yang beredar luas, lurah tersebut terlihat datang bersama sejumlah orang dan diduga terlibat adu argumen di lingkungan puskesmas.

Dalam rekaman tersebut, sang lurah tampak menunjuk ke arah beberapa orang sambil berbicara dengan nada tinggi. Sejumlah pihak yang berada di lokasi terlihat berusaha menenangkan situasi agar tidak semakin memanas.

Hingga saat ini, penyebab pasti dari dugaan kemarahan tersebut masih belum diketahui. Pemerintah Kota Bandung masih melakukan penelusuran untuk mengumpulkan kronologi lengkap kejadian.

Baca juga :  Tragedi di Bekasi: Balita 2 Tahun Tewas dengan 32 Luka Tusuk, Paman Diduga Pelaku

Menanggapi video yang viral itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bandung, Evi Hendarin, menyatakan pihaknya telah menerima rekaman tersebut dan akan segera memanggil pihak terkait untuk dimintai klarifikasi.

“Kalau tentang video yang beredar itu, saya juga belum mendapatkan laporan secara pasti. Namun kami sudah menerima videonya dan akan melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan terkait kejadian sebenarnya di lokasi,” ujar Evi, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, klarifikasi tidak hanya dilakukan kepada lurah yang bersangkutan, tetapi juga pihak puskesmas untuk mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang.

Baca juga :  ITB Kecam Alumni Diduga Palsukan Riset di Konferensi Internasional ISPPD 2026, Tegaskan Tak Toleransi Pelanggaran Akademik

“Kami akan meminta keterangan dari kedua belah pihak. Kami tidak bisa langsung menarik kesimpulan sebelum mendapatkan informasi yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.

Meski demikian, Evi menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat publik, harus tetap menjaga etika dan sikap dalam menjalankan tugasnya.

“Seluruh ASN, terlebih pejabat yang diberikan amanah oleh pimpinan, harus menjaga etika dan kredibilitas. Permasalahan di wilayah memang beragam, tetapi bukan berarti harus ditunjukkan dengan sikap yang dinilai kurang baik oleh masyarakat,” tuturnya.

Pemerintah Kota Bandung saat ini masih menunggu hasil klarifikasi untuk mengetahui secara pasti duduk perkara insiden tersebut.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami