KEDIRI, GEMADIKA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri mencatat kinerja positif industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) hingga Maret 2026. Capaian ini menunjukkan bahwa sektor perbankan mikro di wilayah kerja OJK Kediri masih menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan yang stabil.

OJK Kediri menilai bahwa penguatan industri BPR dan BPRS menjadi salah satu fokus penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, khususnya pada sektor yang bersentuhan langsung dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga :  Gerindra Surabaya Apresiasi Evaluasi BGN, Dorong Program MBG Lebih Berkualitas dan Tepat Sasaran

Kinerja positif tersebut terlihat dari berbagai indikator yang menunjukkan perbaikan, baik dari sisi penyaluran kredit, penghimpunan dana masyarakat, maupun pengelolaan risiko oleh lembaga keuangan tersebut.

Selain itu, OJK Kediri juga terus mendorong BPR dan BPRS untuk meningkatkan tata kelola yang baik, memperkuat manajemen risiko, serta memperluas layanan keuangan kepada masyarakat yang belum terjangkau perbankan umum.

Upaya penguatan ini dilakukan agar BPR dan BPRS dapat semakin berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui pembiayaan sektor produktif seperti perdagangan, pertanian, dan usaha kecil.

Baca juga :  Penghujung Bulan Mei 2026 Yayasan Laili Izzatul Faiqoh Luncurkan Dapur MBG yang ke 11 di Desa Banyuajuh Kamal Bangkalan

OJK Kediri juga menegaskan pentingnya inovasi layanan keuangan di era digital, sehingga BPR dan BPRS dapat tetap relevan dan mampu bersaing dengan lembaga keuangan lainnya.

Dengan berbagai langkah penguatan tersebut, diharapkan industri BPR dan BPRS di wilayah Kediri dan sekitarnya dapat terus tumbuh sehat, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami