JEPARA, GEMADIKA.com Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jepara mulai mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 melalui pelatihan petugas pendataan lapangan dan pengawas lapangan. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo di Hotel D’Season Premier Bandengan Jepara, Selasa (2/6/2026).

Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memotret kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh, termasuk perkembangan usaha konvensional, sektor ekonomi kreatif, hingga aktivitas ekonomi digital yang terus berkembang pesat.

Kepala BPS Kabupaten Jepara, Isnaini, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut diikuti oleh para petugas yang nantinya akan diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Jepara.

Menurutnya, sebanyak 1.076 petugas pendataan lapangan, 138 petugas pemeriksa lapangan, serta 32 petugas organik BPS akan terlibat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

“Secara keseluruhan terdapat 15 kelas pelatihan yang akan mengikuti kegiatan ini,” jelas Isnaini.

Ia menambahkan, pelatihan dilaksanakan dalam tiga gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 2–4 Juni 2026, gelombang kedua pada 8–10 Juni 2026, dan gelombang ketiga pada 12–14 Juni 2026.

Sementara itu, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Jepara yang telah mempersiapkan pelaksanaan sensus secara matang, termasuk melalui pembekalan kepada para petugas yang akan menjadi ujung tombak keberhasilan pendataan.

Baca juga :  Pameran Filateli di Kota Lama Semarang Hidupkan Kembali Jejak Sejarah Pendudukan Jepang

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jepara, saya menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Jepara yang telah mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan baik, termasuk menyelenggarakan pelatihan bagi para petugas lapangan yang akan menjadi ujung tombak keberhasilan sensus ini,” kata Witiarso.

Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi memiliki peran strategis karena akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Oleh sebab itu, kualitas data yang diperoleh harus benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bupati menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah pola aktivitas ekonomi masyarakat. Saat ini, banyak pelaku usaha yang menjalankan bisnis melalui marketplace, media sosial, dan berbagai platform digital lainnya yang perlu tercatat secara baik dalam sensus.

“Karena itu pemerintah membutuhkan data yang lebih lengkap, lebih akurat, dan lebih mutakhir agar tidak ada potensi ekonomi masyarakat yang luput dari pencatatan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa data ekonomi yang berkualitas sangat dibutuhkan dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Jepara. Terlebih, perekonomian daerah terus menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Berdasarkan data yang disampaikan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara pada tahun 2025 mencapai 5,41 persen. Capaian tersebut didukung oleh sejumlah sektor unggulan seperti industri mebel dan ukir yang telah dikenal hingga mancanegara, sektor UMKM, perdagangan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta perikanan dan kelautan.

Baca juga :  Sopir Ekspedisi Asal Semarang Babak Belur Ditangkap Warga Usai Nekat Curi Motor di Tegowanu Grobogan

“Potensi besar tersebut memerlukan dukungan data yang akurat agar arah pembangunan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Kepada seluruh peserta pelatihan, Witiarso berpesan agar mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan sesi diskusi untuk memperdalam pemahaman mengenai berbagai kondisi yang mungkin dihadapi saat melakukan pendataan di lapangan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, objektivitas, dan profesionalisme selama menjalankan tugas sebagai petugas sensus.

“Data yang Saudara kumpulkan harus benar-benar menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Jangan sampai ada data yang terlewat, tidak akurat, atau tidak sesuai fakta lapangan. Setiap angka yang dicatat akan menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah pada masa mendatang,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Jepara untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas yang bertugas di lapangan.

“Partisipasi masyarakat merupakan kunci keberhasilan sensus ini. Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah besar menghadirkan data ekonomi yang berkualitas, memperkuat perencanaan pembangunan, dan mendorong terwujudnya Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius,” kata dia.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami