SEMARANG, GEMADIKA.com Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan darah di wilayahnya tetap dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di rumah sakit.

Komitmen tersebut terus diwujudkan melalui pengelolaan Unit Donor Darah (UDD) yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Saat ini, PMI Jawa Tengah mampu menyediakan sekitar 17.000 kantong darah setiap bulan guna mendukung kebutuhan transfusi darah di berbagai fasilitas kesehatan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat PMI Jawa Tengah, menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Koordinasi Unit Pengelola Darah PMI se-Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Wahid, Bandungan, Kamis (4/6/2026).

“Alhamdulillah, kebutuhan darah di Jawa Tengah dapat terpenuhi dengan baik. Saat ini ketersediaan darah mencapai sekitar 17.000 kantong setiap bulan,” ujar Taj Yasin.

Baca juga :  Diduga Rem Blong, Elf Berisi 18 Penumpang Terjun ke Jalan Desa di Jalur Dieng, 4 Orang Terluka

Menurutnya, keberhasilan menjaga ketersediaan darah tidak terlepas dari solidnya koordinasi antar-UDD PMI di seluruh wilayah Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut memungkinkan distribusi darah dilakukan secara cepat dan tepat ketika terjadi kebutuhan mendesak di rumah sakit.

Ia juga mengapresiasi dedikasi seluruh jajaran PMI yang selama ini terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

Selain menjamin ketersediaan darah, PMI Jawa Tengah juga terus mendorong peningkatan mutu layanan. Berdasarkan data yang disampaikan, pada tahun 2024 PMI di Jawa Tengah mampu memproduksi rata-rata 63.318 kantong darah setiap bulan.

Sejumlah Unit Donor Darah bahkan telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), di antaranya UDD PMI Kota Surakarta, Kota Semarang, dan Kabupaten Banyumas.

Baca juga :  Dinas PUPR Kota Semarang Dan PT PRABA MAS HILL Mulai Pembongkaran Jembatan DI Jalan Simongan, Rencana Sudah Disiapkan Jauh -Jauh Hari

Sementara itu, Kepala UDD PMI Provinsi Jawa Tengah, Okty Prahalanitya, menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antar-unit donor darah sekaligus meningkatkan standar pelayanan di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Menurutnya, komunikasi yang baik antar-UDD menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas darah, mempercepat distribusi, serta memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.

Melalui koordinasi yang berkelanjutan, PMI Jawa Tengah berharap pelayanan donor darah semakin profesional, berkualitas, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh daerah.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami