WONOSOBO, GEMADIKA.com Domba Wonosobo atau yang dikenal dengan sebutan Dombos bukan sekadar hewan ternak biasa. Memiliki kualitas genetik unggul dan karakteristik khas, domba asal Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, ini kini memiliki nilai ekonomi tinggi hingga mampu mencapai harga ratusan juta rupiah untuk kategori tertentu.

Dalam kurun waktu satu dekade terakhir, populasi Dombos mengalami peningkatan signifikan. Dari sekitar 2.000 ekor pada 2016, jumlahnya kini telah berkembang menjadi lebih dari 16.000 ekor pada 2026.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyebut salah satu faktor yang mendorong perkembangan populasi Dombos adalah konsistensi penyelenggaraan Kontes Dombos yang digelar setiap tahun. Ajang tersebut tidak hanya menjadi tempat kompetisi, tetapi juga menjadi sarana menjaga kualitas genetik sekaligus meningkatkan nilai ekonomi peternak.

Kontes Dombos terbaru digelar di Alun-alun Wonosobo dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo. Kegiatan tersebut menjadi ajang nasional yang mempertemukan para peternak dari berbagai daerah.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Wonosobo, Dwiyama, mengatakan kontes tersebut memiliki peran penting dalam pengembangan kualitas Dombos.

Menurutnya, kegiatan itu bukan hanya sekadar memperlihatkan keindahan atau keunggulan fisik ternak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemurnian genetik dan penguatan ekonomi masyarakat peternak.

Ketua Panitia Kontes Dombos, Fajri Dwi Rezarto, menyampaikan bahwa gelaran kelima tersebut diikuti sekitar 350 ekor domba dari berbagai wilayah Pulau Jawa, mulai dari Banyuwangi, Blitar, hingga Jombang.

“Ada 11 kelas yang dilombakan, mulai dari anakan hingga kelas bobot ekstrim untuk mendorong Dombos sebagai tipe pedaging unggul,” ujar Fajri.

Dalam proses penilaian, para peserta harus melewati seleksi ketat berdasarkan 15 parameter genetik. Beberapa aspek yang dinilai meliputi bentuk tubuh, kualitas wol, hingga karakteristik kepala.

Standarisasi tersebut menjadi penting karena Dombos telah mendapatkan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai salah satu rumpun ternak asli Indonesia.

Dombos memiliki ciri khas yang mudah dikenali, seperti bentuk dahi yang cembung, telinga mengarah ke samping, serta pertumbuhan wol yang lebat. Keunggulan genetik inilah yang membuat nilai jualnya semakin tinggi.

Di pasar ternak, harga anakan Dombos saat ini dapat mencapai sekitar Rp2,5 juta per ekor. Sementara itu, pejantan dewasa dengan rekam jejak (pedigree) juara kontes memiliki nilai transaksi jauh lebih tinggi, bahkan pernah menembus lebih dari Rp100 juta per ekor.

Tingginya harga tersebut menunjukkan bahwa kualitas genetik, prestasi kontes, dan garis keturunan menjadi faktor penting yang menentukan nilai seekor Dombos.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami