JAKARTA, GEMADIKA.com – Penyakit gusi atau periodontitis tidak hanya berdampak pada kesehatan mulut, tetapi juga berpotensi menjadi tanda awal gangguan ginjal. Hal ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari University Medical Center Hamburg-Eppendorf, Jerman.

Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Oral Science pada April 2026 tersebut menemukan bahwa semakin parah kondisi penyakit gusi seseorang, semakin besar pula risiko mengalami penurunan fungsi ginjal, bahkan sejak tahap awal penyakit ginjal kronis (Chronic Kidney Disease/CKD).

Selama ini periodontitis dikenal sebagai penyakit yang menyebabkan gusi berdarah, kerusakan jaringan penyangga gigi, hingga gigi tanggal. Namun, para peneliti menemukan bahwa peradangan kronis akibat penyakit tersebut juga dapat berdampak pada organ tubuh lainnya.

Penelitian dipimpin oleh Dr. Christian Schmidt-Lauber dan Prof. Dr. Ghazal Aarabi dengan melibatkan 6.179 peserta dalam Hamburg City Health Study.

“Kami bertujuan mengevaluasi hubungan antara periodontitis dan penanda awal gangguan fungsi ginjal, termasuk penurunan fungsi ginjal serta albuminuria, sekaligus mengeksplorasi peran mediasi potensial dari penanda inflamasi sistemik,” kata Dr Schmidt-Lauber.

Baca juga :  BPOM RI Susun Standar Batas Aman Mikroplastik dalam Makanan, Belum Ada Acuan Global

Dalam penelitian tersebut, kondisi kesehatan gusi peserta dibandingkan dengan fungsi ginjal melalui pemeriksaan laju filtrasi ginjal (eGFR) dan kadar albumin dalam urine (uACR).

Hasilnya menunjukkan bahwa prevalensi periodontitis berat meningkat dari 14 persen pada orang dengan fungsi ginjal normal menjadi 36 persen pada mereka yang mengalami penurunan fungsi ginjal sedang.

Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa semakin tinggi kadar albumin dalam urine, semakin berat pula penyakit gusi yang dialami peserta.

Tetap Berisiko Meski Faktor Lain Diperhitungkan

Peneliti menjelaskan hubungan tersebut tetap ditemukan meski telah memperhitungkan berbagai faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, diabetes, dan kebiasaan merokok.

Hal ini menunjukkan bahwa penyakit gusi memiliki hubungan tersendiri dengan kesehatan ginjal, bukan semata-mata dipengaruhi faktor risiko yang sama.

Meski peradangan sistemik diduga berperan dalam hubungan tersebut, peneliti menyebut masih ada mekanisme lain yang perlu diteliti lebih lanjut, termasuk kemungkinan penyebaran bakteri dari jaringan gusi, gangguan pembuluh darah, hingga stres oksidatif.

Baca juga :  Guru Besar FKUI: Kasus dr Icha Berpotensi Turunkan Minat Dokter Bertugas di Daerah Terpencil

Kesehatan Mulut Bisa Jadi Petunjuk Awal

Karena penyakit ginjal kronis sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal, para peneliti menilai pemeriksaan kesehatan mulut dapat menjadi salah satu petunjuk penting untuk mendeteksi risiko gangguan ginjal lebih dini.

“Dengan menunjukkan adanya hubungan antara periodontitis dan penanda awal gangguan fungsi ginjal, penelitian ini menyoroti kesehatan mulut sebagai jendela untuk melihat kesehatan ginjal,” ujar Prof Aarabi.

Peneliti berharap temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan metode skrining dini serta penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah pengobatan periodontitis mampu membantu mempertahankan fungsi ginjal.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak mengabaikan gejala seperti gusi berdarah, bengkak, atau gigi goyang. Menjaga kebersihan mulut dan rutin memeriksakan kesehatan gigi tidak hanya penting untuk mencegah kerusakan gigi, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dilansoir dari detik helt.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami