CIREBON, GEMADIKA.comPemerintah daerah telah memastikan ketersediaan hewan kurban yang tidak hanya mencukupi kebutuhan masyarakat, tetapi juga terjamin kualitas kesehatan dan kehalalannya sesuai syariat Islam.

Berdasarkan data terbaru dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, total 2.500 ekor hewan kurban telah tersebar merata di 93 titik pedagang hewan kurban di seluruh wilayah Kota Cirebon. Angka ini menunjukkan kesiapan yang matang dalam menyambut momen sakral umat Islam tersebut.

Komposisi Hewan Kurban yang Beragam

Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, memberikan rincian lengkap mengenai komposisi hewan kurban yang telah disiapkan. “Jumlah tersebut terdiri atas 2.000 domba, 200 kambing dan 300 sapi,” ujar Elmi kepada media, Kamis (5/6/2025).

Distribusi yang merata ini memungkinkan masyarakat dari berbagai kalangan ekonomi dapat memenuhi kewajiban berkurban sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari domba dan kambing hingga sapi yang dapat dibagi untuk beberapa keluarga.

Pemeriksaan Ketat Sejak Akhir Mei

Komitmen pemerintah dalam menjamin kualitas hewan kurban tercermin dari jadwal pemeriksaan yang dimulai jauh hari sebelum pelaksanaan Idul Adha. Elmi menegaskan bahwa seluruh hewan yang akan dikurbankan sudah mulai diperiksa sejak 27 Mei 2025.

Proses pemeriksaan ini melibatkan lima tim khusus yang disebar ke berbagai lokasi penjualan hewan kurban di seluruh kota. “Kami pastikan stok hewan kurban cukup dan dalam kondisi sehat serta sesuai syariat untuk dikurbankan,” ucapnya dengan tegas.

Standar Pemeriksaan Ante-Mortem yang Komprehensif

Sistem pemeriksaan yang diterapkan mengikuti standar internasional dengan metode ante-mortem, yaitu pemeriksaan sebelum penyembelihan. Menurut Elmi, pemeriksaan dilakukan secara ante-mortem, yaitu sebelum penyembelihan. Tujuan utama pemeriksaan ini adalah memastikan hewan tidak sakit, tidak cacat, dan cukup umur.

Lingkup pemeriksaan tidak hanya terbatas pada kondisi fisik hewan, tetapi juga mencakup aspek lingkungan.

“Pemeriksaan mencakup aspek kebersihan kandang dan penanganan hewan,” jelasnya.

“Ini kami lakukan agar masyarakat merasa aman dan yakin bahwa hewan yang dibeli benar-benar layak dikurbankan,” jelas dia.

Pengawasan Berlanjut Hingga Hari Tasyrik

Komitmen pemerintah tidak berhenti pada pemeriksaan pra-penyembelihan. Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan, tim DKP3 juga akan melakukan pemeriksaan post-mortem pada hari penyembelihan Idul Adha hingga hari tasyrik ketiga.

Cakupan pemeriksaan pasca-penyembelihan ini sangat mendetail. “Pemeriksaan ini meliputi pengecekan kondisi daging, jeroan, serta proses penyembelihannya,” ungkap Elmi.

“Pengawasan pascapenyembelihan sangat penting untuk memastikan daging aman dikonsumsi,” ujarnya.

Pembelajaran dari Pengalaman Tahun Sebelumnya

Ketatnya sistem pengawasan tahun ini juga didasari oleh pengalaman pada tahun sebelumnya. Elmi mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya, pihaknya sempat menemukan kasus cacing pita pada jeroan hewan kurban. Temuan ini menjadi pelajaran berharga yang mendorong penerapan pemeriksaan yang lebih menyeluruh dan ketat pada tahun ini.

Kolaborasi dengan Institusi Keagamaan

Untuk memastikan proses penyembelihan sesuai syariat dan higienis, DKP3 Kota Cirebon menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak. DKP3 Kota Cirebon juga bekerja sama dengan 40 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan memberikan pelatihan kepada juru sembelih halal.

“Kami ingin semua proses, dari penyembelihan hingga distribusi daging, berjalan sesuai syariat Islam dan menjaga aspek kesehatan,” ucap Elmi.

Langkah ini menunjukkan pendekatan holistik yang memadukan aspek religius dan kesehatan masyarakat.

Sistem Sertifikasi untuk Jaminan Kualitas

Sebagai bentuk transparansi dan jaminan kualitas, pemerintah menerapkan sistem penandaan khusus. Elmi menambahkan, hewan yang telah diperiksa dan dinyatakan layak akan diberi tanda khusus sebagai penanda bahwa hewan tersebut aman dan sah untuk dikurbankan.

“Tanda ini sekaligus memberikan kepastian kepada pembeli,” jelas dia. Sistem ini memberikan rasa aman tambahan bagi masyarakat yang akan membeli hewan kurban.

Komitmen Berkelanjutan Pemerintah Kota

Elmi menekankan bahwa langkah pengawasan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam menjamin kualitas dan keamanan hewan kurban. Pengawasan tidak hanya dilakukan sekali, tetapi berkelanjutan hingga menjelang hari pelaksanaan.

“Kami terus pantau perkembangan penjualan dan sejauh ini stok memadai untuk kebutuhan masyarakat,” katanya dengan optimis.

 

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami