GROBOGAN, GEMADIKA.com – Kegiatan Penutupan Karya Bakti Mandiri (KBM) Tahap 5 Tahun 2025 yang digelar di Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Selasa (17/6/2025), menjadi momen penting dalam menunjukkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Dandim 0717/Grobogan yang diwakili oleh Kasdim Mayor CBA AM Infanteni, menyampaikan bahwa Karya Bakti Mandiri merupakan perwujudan nyata komitmen moral TNI dan pemerintah dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Mayor Infanteni mengawali sambutan dengan rasa syukur atas kelancaran kegiatan KBM tahap 5 di Desa Bandungharjo. Ia menegaskan bahwa Karya Bakti Mandiri merupakan bagian dari kegiatan bakti TNI yang dilaksanakan terpadu dan lintas sektoral bersama pemerintah daerah dan komponen masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan upaya nyata mendukung program pemerintah untuk percepatan pembangunan di wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. TNI hadir sebagai motor penggerak yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Mayor Infanteni menyampaikan bahwa Kabupaten Grobogan adalah salah satu daerah yang konsisten melaksanakan program Karya Bakti Mandiri. Sejak dimulai pada tahun 2008 hingga 2025, telah dilakukan pembangunan di 174 desa dengan capaian sebagai berikut:

Pengecoran jalan sepanjang 76,7 kilometer

Rehabilitasi 183 unit mushola

Rehabilitasi 248 unit pos kamling

Pembangunan 1.160 unit jamban sehat

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 13 unit

Dalam sambutannya, Kasdim menegaskan bahwa KBM bukanlah proyek semata, tetapi lebih dari itu, merupakan gerakan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian semangat gotong royong yang menjadi warisan budaya bangsa.

“Jangan malu untuk bergotong-royong. Ini adalah kekuatan sosial kita. Kegiatan Karya Bakti Mandiri harus terus dilanjutkan dan dikembangkan dengan inovasi-inovasi baru,” jelasnya.

Kasdim juga menyinggung peran Kodim 0717/Grobogan dalam mendukung program swasembada pangan dan penyerapan gabah petani (Sergap) di Kabupaten Grobogan. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) sebesar Rp 6.500/kg dengan target serapan beras di Grobogan mencapai 33.500 ton.

“Kodim 0717/Grobogan terus bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Bulog untuk menyukseskan program ini. Jika ada gabah yang dibeli di bawah HPP, warga diimbau segera melapor ke Babinsa,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Mayor Infanteni mengajak seluruh warga untuk merawat hasil pembangunan yang telah dicapai selama program KBM.

“Jaga dan rawat infrastruktur yang telah dibangun. Jalan cor, jamban, pos kamling, dan mushola adalah milik bersama. Mari kita gunakan dan pelihara untuk kesejahteraan dan kenyamanan warga,” pesannya.

Ia juga menutup sambutan dengan harapan agar semangat membangun dan gotong royong tetap menjadi ciri khas masyarakat Grobogan, serta memohon petunjuk dan bimbingan dari Tuhan agar TNI dan seluruh pihak bisa terus memberikan pengabdian terbaik bagi rakyat.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami