MAJENE, GEMADIKA.com – Kesabaran warga Dusun Tamerimbi dan Dusun Tamerimbi Barat, Desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, mulai memudar. Masyarakat menilai sejumlah program desa yang telah lama dinantikan hingga kini belum juga direalisasikan, termasuk proyek penyediaan air bersih yang disebut bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2025.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga. Mereka bahkan mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Desa Kabiraan dalam waktu dekat apabila tuntutan yang disampaikan tidak segera ditindaklanjuti oleh pemerintah desa.
Menurut informasi yang dihimpun, proyek air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat di kedua dusun tersebut. Warga berharap fasilitas tersebut segera dibangun karena dinilai sangat penting untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.
Selain persoalan air bersih, masyarakat juga menyoroti sejumlah program dan hak penerima manfaat yang hingga kini belum terselesaikan.
Empat Tuntutan Utama Warga
Dalam pernyataannya, warga menyampaikan empat tuntutan utama kepada Pemerintah Desa Kabiraan.
Pertama, warga mendesak pemerintah desa segera merealisasikan pembangunan fasilitas air bersih di Dusun Tamerimbi dan Dusun Tamerimbi Barat.
Kedua, masyarakat meminta pelunasan tunggakan gaji atau insentif selama satu triwulan pada Tahun Anggaran 2025 yang disebut belum dibayarkan kepada sejumlah unsur desa, meliputi aparat desa, sembilan kepala dusun, kader Posyandu, guru mengaji, petugas Linmas, hingga tokoh adat di sembilan dusun.
Ketiga, warga meminta sisa pengadaan bibit kakao yang berasal dari Tahun Anggaran 2024 segera disalurkan kepada para petani yang berhak menerima bantuan tersebut.
Keempat, masyarakat mendesak dilaksanakannya kembali proses perekrutan Kepala Dusun Tamerimbi Utara. Warga menilai proses yang telah berlangsung sebelumnya tidak berjalan sesuai harapan dan meminta adanya evaluasi terhadap mekanisme seleksi yang dilakukan.
Harap Bupati Turun Tangan
Karena saat ini Desa Kabiraan dipimpin oleh seorang Penjabat (Pj) Kepala Desa, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Majene dapat segera mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi.
“Kami meminta dengan hormat kepada Bapak Bupati Majene agar memberikan teguran keras kepada Pj. Kepala Desa Kabiraan. Semua program dari tahun anggaran 2024 sampai 2025 yang mandek harus segera direalisasikan,” ujar salah satu perwakilan warga.
Warga menilai pemerintah daerah perlu melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program-program desa agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Selain itu, warga juga meminta adanya perhatian terhadap berbagai keluhan yang telah disampaikan selama ini agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Belum Ada Tanggapan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Kabiraan maupun Penjabat Kepala Desa Kabiraan belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan realisasi program, pembayaran insentif, penyaluran bibit kakao, maupun berbagai tudingan yang disampaikan oleh warga.
Gemadika.com masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh klarifikasi dan konfirmasi lebih lanjut guna menjaga keberimbangan informasi.
Maryam Nurdianti (GEMADIK.com)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan