MAMUJU, GEMADIKA.com – Sebuah pendekatan unik akan diterapkan dalam Retret Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat 2025 yang akan berlangsung tiga hari ke depan. Gubernur Sulbar Suhardi Duka memastikan seluruh persiapan telah matang untuk acara kolaboratif bersama TNI ini.

Retret yang dijadwalkan berlangsung dari Jumat hingga Minggu mendatang ini mengusung konsep “salat berjamaah” dalam menyelaraskan program pembangunan daerah. Gubernur Suhardi Duka secara langsung meninjau lokasi di Makorem untuk memastikan tidak ada yang terlewat dalam persiapan.

Persiapan 90 Persen Rampung, Tinggal Video Tron

Pelaksana harian Sekretaris Provinsi Sulbar, Herdin Ismail, melaporkan tingkat kesiapan yang menggembirakan. Hampir seluruh elemen pendukung retret telah disiapkan dengan baik.

“Berdasarkan hasil koordinasi bersama, seluruh persiapan sudah siap pada besok siang. Satu pengecualian hanya terkait uji coba video tron yang akan dilakukan malam ini. Insya Allah, semua akan selesai tepat waktu,” ujar Herdin, Rabu (16/7/2025).

Kesiapan fasilitas penginapan juga telah mencapai 90 persen. Puluhan tenda telah disiapkan untuk mengakomodasi peserta retret yang terdiri dari jajaran Pemprov Sulbar dan para bupati se-Sulawesi Barat.

Konsep “Salat Berjamaah” untuk Sinkronisasi Program

Yang menarik dari retret kali ini adalah penerapan filosofi “salat berjamaah” dalam menjalankan program pemerintahan. Konsep ini dipilih untuk menekankan pentingnya keseragaman gerakan dan satu komando dalam pembangunan daerah.

“Kami mengadopsi analogi salat berjamaah, di mana tidak ada gerakan tambahan, semua mengikuti satu komando. Para bupati juga dilibatkan untuk menyampaikan harapan dan percepatan penyelesaian permasalahan di daerah masing-masing,” ungkap Herdin.

Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mengatasi berbagai tantangan pembangunan di Sulawesi Barat.

TNI Siap Dukung Penuh Kegiatan Retret

Korem 142 Tatag sebagai mitra kolaboratif menunjukkan komitmen tinggi dalam mensukseskan retret ini. Kasi Teritorial Korem 142 Tatag, Letkol Mochamad Arlufti Noergroho, mengonfirmasi kesiapan sarana dan prasarana yang diperlukan.

“Kami dipercaya menyediakan lokasi kegiatan. Saat ini persiapan hampir rampung, hanya video tron yang masih dalam tahap finalisasi. Retret akan berlangsung selama tiga hari dua malam, mulai Jumat hingga Minggu siang,” jelas Letkol Mochamad Arlufti Noergroho.

Dukungan TNI ini mencerminkan sinergitas sipil-militer dalam mendukung program pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Jadwal Terstruktur Layaknya Kehidupan Militer

Retret dirancang dengan jadwal yang terstruktur dan disiplin, mengadopsi pola kehidupan militer untuk membangun karakter kepemimpinan yang kuat. Kegiatan dimulai dengan terompet pagi, dilanjutkan salat berjamaah, senam pagi, dan makan bersama secara teratur.

Setelah aktivitas pagi, peserta akan mengikuti sesi pembelajaran intensif dengan berbagai narasumber yang telah ditunjuk. Aula khusus telah disiapkan untuk mendukung proses transfer pengetahuan dan diskusi strategis.

Program retret ini diharapkan dapat menghasilkan roadmap pembangunan Sulawesi Barat yang lebih terintegrasi dan efektif, dengan melibatkan seluruh stakeholder kunci di tingkat provinsi dan kabupaten. (Antyka)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami