JAKARTA, GEMADIKA.com – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dipastikan akan menjadi momen bersejarah dengan kehadiran para tokoh bangsa. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa seluruh mantan Presiden dan Wakil Presiden RI telah diundang untuk menghadiri upacara peringatan yang akan digelar di Jakarta.

Dalam keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (26/7/2025), Prasetyo menyampaikan bahwa proses komunikasi dengan para mantan pemimpin negara telah berjalan dengan baik.

Undangan Resmi untuk Seluruh Mantan Pemimpin

Prasetyo menegaskan bahwa pihaknya telah mengikuti tradisi untuk mengundang semua mantan presiden dan wakil presiden beserta keluarga mereka dalam setiap perayaan kemerdekaan.

“Tentu, kalau undangan presiden-presiden yang sudah purna wakil presiden-wakil presiden yang sudah purna beserta dengan keluarga seperti biasa pasti insyaallah akan diundang,” kata Prasetyo.

Undangan tersebut mencakup tiga mantan presiden yang masih hidup, yaitu Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serta Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), beserta para mantan wakil presiden.

Komunikasi Informal Telah Dimulai

Yang menarik, Mensesneg mengungkap bahwa proses komunikasi tidak hanya bersifat formal melalui surat undangan resmi. Prasetyo telah melakukan pendekatan personal melalui silaturahmi langsung dengan para mantan pemimpin negara.

Baca juga :  "Akun Instagram Jungkook BTS Tiba-Tiba Disuspend, Fans Geger — Ini yang Sebenarnya Terjadi"

“Kalau komunikasi secara informal saya sendiri sebagai Menteri Sekretaris Negara beberapa waktu yang lalu silaturahmi dengan presiden-presiden yang sudah purna, wakil presiden-wakil presiden yang sudah purna dan juga secara lisan kami sudah menyampaikan undangan,” ujarnya.

Pendekatan personal ini terbukti efektif. Prasetyo menyampaikan bahwa respons yang diterima dari para mantan pemimpin sangat positif.

Respons Positif dari Para Mantan Presiden

Hingga saat ini, belum ada satu pun dari mantan presiden yang menyampaikan keberatan atau penolakan terhadap undangan yang disampaikan. Bahkan, mereka memberikan sinyal positif untuk menghadiri perayaan bersejarah tersebut.

“Dan secara lisan juga beliau-beliau insyaallah jika tidak ada halangan akan berkenaan hadir,” ucap Prasetyo.

Komitmen kehadiran para mantan presiden ini tentu akan memberikan makna khusus bagi perayaan HUT ke-80 RI, mengingat mereka adalah saksi sejarah perjalanan bangsa Indonesia dalam berbagai era kepemimpinan.

Persiapan Perayaan Sudah Memasuki Tahap Lanjut

Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi telah mengonfirmasi bahwa pemerintah akan menggelar perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Jakarta. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Kwarnas, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (16/7/2025).

Baca juga :  "Bukan Sekadar Jalan-Jalan, 5 Destinasi Wisata Budaya dan Heritage Indonesia yang Wajib Dikunjungi Sebelum Mati!"

“Panitianya sudah dibentuk, ya panitianya sudah dibentuk oleh Menteri Sekretaris Negara, sudah ada dan PCO juga menjadi bagian dari itu,” ujar Hasan.

Pembentukan panitia yang solid menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan perayaan yang berkesan dan bermakna bagi seluruh rakyat Indonesia.

Logo dan Tema Segera Diluncurkan

Selain konfirmasi kehadiran para tokoh penting, masyarakat juga dapat menantikan peluncuran logo resmi perayaan HUT ke-80 RI. Hasan Nasbi mengungkapkan bahwa logo beserta tema perayaan akan segera diperkenalkan kepada publik.

“Tapi pasti dalam waktu dekat akan dilaunching oleh mungkin dilaunching oleh presiden ya mengenai logo dan temanya. Jadi kita tunggu ya,” ujarnya.

Peluncuran logo ini akan menjadi momentum penting yang menandai dimulainya countdown menuju perayaan kemerdekaan yang ke-80. Logo tersebut diharapkan dapat mencerminkan semangat kemerdekaan dan pencapaian bangsa Indonesia selama delapan dekade. (Mond)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami