MAMASA, GEMADIKA.com – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Mamasa kembali menjadi sorotan setelah pasokan air bersih di Desa Pambe, Kecamatan Tandukkalua, dilaporkan tidak mengalir selama sekitar tiga bulan terakhir. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk pelayanan di Puskesmas Malabo.

Selain krisis air bersih, warga juga menyoroti dugaan praktik penyalahgunaan wewenang oleh oknum petugas lapangan PDAM. Sejumlah pelanggan mengaku meteran air milik mereka diduga dicopot dan diperjualbelikan tanpa sepengetahuan maupun persetujuan pemilik.

Baca juga :  DPMPTSP Sulbar Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi Evaluasi SAKIP untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik

Salah seorang warga menyampaikan bahwa meteran air dicopot saat rumah dalam keadaan kosong ditinggalkan penghuninya. Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan tanpa adanya surat pemberitahuan maupun peringatan resmi dari pihak PDAM.

Akibat pelayanan yang dinilai tidak maksimal, warga berharap Direktur PDAM Kabupaten Mamasa segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan distribusi air bersih ke Desa Pambe serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di lapangan.

Baca juga :  DPMPTSP Sulbar Optimalkan Portal Investasi Regional Lewat Webinar BKPM untuk Dorong Realisasi Investasi

Warga juga meminta dugaan keterlibatan oknum petugas dalam pencopotan dan penjualan meteran air diusut secara transparan. Mereka berharap, apabila terbukti terjadi pelanggaran, pihak terkait dapat memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Kabupaten Mamasa belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga maupun dugaan penjualan meteran air tersebut.

Maryam Nurdianti (GEMADIKA.com)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami