BATU BARA, GEMADIKA.com – Suasana penuh semangat dan kegembiraan menyelimuti Pantai Sejarah, Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Sabtu (19/7/2025), saat ribuan warga memadati lokasi dalam rangka mengikuti Gerak Jalan Santai dan Mangrove Culture Festival 2025.
Salah satu peserta yang turut memeriahkan kegiatan ini adalah Satuan Tugas (Satgas) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Batu Bara, yang dipimpin langsung oleh Ketua Satgas, Sisam, bersama jajaran pengurus yang berjumlah 20 orang.
“Apresiasi kepada Bupati Batu Bara, penyelenggara gerak jalan santai dan Mangrove Culture Festival 2025. Sukses berorientasi pada pelayanan yang Amanah, Harmonis, Akuntabel, Giat, Inovatif dan Adil (BAHAGIA),” ujar Sisam dalam keterangannya di lokasi.
12 Ribu Peserta Padati Pantai Sejarah
Acara ini berhasil menarik perhatian besar dari masyarakat. Meskipun undangan resmi berjumlah 9.305 orang, pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme warga yang luar biasa dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 12 ribu orang.
Peserta datang dari berbagai kalangan, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), non-ASN, organisasi kepemudaan (OKP), organisasi masyarakat (Ormas), serta masyarakat umum dan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Batu Bara.
Bupati Batu Bara Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai
Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, hadir langsung untuk melepas ribuan peserta gerak jalan santai yang mengambil rute mengelilingi kawasan sekitar pantai dan berakhir di lokasi wisata Pantai Sejarah yang memiliki nilai historis dan ekologis tinggi.
Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang olahraga dan rekreasi, tetapi juga menjadi wahana mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah daerah, serta mendorong kesadaran kolektif dalam melestarikan lingkungan pesisir melalui konservasi hutan mangrove.
Promosi Wisata dan Kesadaran Lingkungan
Mangrove Culture Festival 2025 menjadi upaya strategis Pemerintah Kabupaten Batu Bara untuk mengangkat potensi wisata berbasis alam dan budaya lokal. Dengan menggabungkan nilai-nilai pelestarian lingkungan, kebudayaan, dan pariwisata, festival ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus perputaran ekonomi lokal.
Kemeriahan yang tercipta menjadi bukti bahwa masyarakat Batu Bara menyambut baik kegiatan yang mendekatkan mereka pada pentingnya menjaga lingkungan dan potensi wisata daerah.
(Jumaidi)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan