PATI, GEMADIKA.com – Nama Bupati Pati, Sudewo, kembali menjadi sorotan publik setelah video dirinya nyawer biduan dengan uang jutaan rupiah viral di media sosial. Kejadian ini terjadi di tengah gelombang kritik masyarakat atas kebijakannya menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen.
Video Nyawer Biduan Hebohkan Media Sosial
https://x.com/Gojekmilitan/status/1952973043476975723
Dilansir dari wartakota.tribunnews.com, media sosial dihebohkan dengan munculnya video Sudewo tengah berdangdut ria bersama sejumlah biduan cantik. Salah satu video yang diunggah akun Twitter @gojekmilitan pada Kamis (7/8/2025) menunjukkan momen kontroversial tersebut.
Dalam video berdurasi 33 detik itu, Sudewo terlihat mengenakan kemeja putih dan celana hitam, asyik bergoyang bersama para biduan. Yang menarik perhatian, tangan kanannya memegang mikrofon sementara tangan kirinya menggenggam segepok uang pecahan Rp 50.000.
Sambil melantunkan lagu dangdut berjudul “Terajana”, Sudewo dengan sumringah menyodorkan uang tersebut kepada kedua biduan. Para biduan pun menarik uang itu perlahan, selembar demi selembar, dengan total sawer yang mencapai jutaan rupiah.
“Kar’na asyiknya aku, Hingga tak kusadari, Pinggul bergoyang-goyang, Rasa ingin berdendang, Pinggul bergoyang-goyang, Rasa ingin berdendang,” nyanyi Sudewo sembari menyawer dengan wajah bahagia.
Peristiwa ini terekam dalam acara Sedekah Laut TPI Juwana di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Sabtu, 19 April 2025 lalu.
Kontroversi Trio Serigala yang Belum Usai
Sebelum video nyawer ini viral, Sudewo sudah menuai kritik keras karena mengundang Trio Serigala pada bulan Juni 2025. Para penyanyi berpakaian seksi tersebut menggelar konser di Pendopo Kabupaten Pati, yang dinilai tidak pantas untuk acara pemerintahan.
Menghadapi tekanan publik, Sudewo akhirnya angkat bicara dan meminta maaf.
“Saya meminta maaf atas atraksi yang dilakukan oleh Tiga Srigala di Pendopo Kabupaten beberapa hari yang lalu, atraksi tersebut spontan,” katanya seperti dikutip dari Instagram Folk Konoha pada Senin (16/6/2025).
“Itu mestinya pasnya dilakukan di luar Pendopo Kabupaten, dengan kejadian ini saya meminta maaf, tetapi ini merupakan suatu proses kita untuk instropeksi menuju sebuah kebaikan,” tambahnya.
Kekayaan Fantastis Bupati Pati
Yang menjadi sorotan masyarakat adalah kontras antara kemewahan hidup Sudewo dengan beban pajak yang dibebankan kepada rakyat. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 11 April 2025, kader Partai Gerindra ini memiliki kekayaan mencapai Rp 31.519.711.746 (Rp 31,5 miliar).
Kekayaan tersebut terdiri dari 31 aset tanah dan bangunan senilai Rp 17.030.885.000 yang tersebar di Surakarta, Pati, Yogyakarta, Bogor, hingga Blora. Selain itu, Sudewo juga memiliki koleksi kendaraan mewah, antara lain:
- BMW X5 Tahun 2023 senilai Rp 1.900.000.000
- Toyota Alphard Tahun 2024 senilai Rp 1.700.000.000
- Toyota Land Cruiser Tahun 2019 senilai Rp 1.900.000.000
- Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Harrier
- Serta 2 unit sepeda motor
Lulusan magister Teknik Pembangunan Universitas Diponegoro ini bahkan tercatat tidak memiliki utang sama sekali.
Alasan di Balik Kenaikan Pajak 250 Persen
Menghadapi gelombang kritik, Sudewo membela kebijakannya dengan mengatakan hanya menjalankan aturan yang ada. Dikutip dari wartakota.tribunnews.com, ia merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 85 Tahun 2024 yang mewajibkan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) setiap tiga tahun.
“Kenaikan atau penetapan besaran pajak itu terakhir di tahun 2011. Sampai dengan tahun 2025 ini baru kami naikkan,” urainya, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Kamis (7/8/2025).
“Jadi selama 14 tahun ini tidak pernah dilakukan penyesuaian NJOP,” tambahnya.
Sudewo bahkan mengklaim jika dihitung sesuai aturan, kenaikan seharusnya bisa lebih dari 1.500 persen.
“Jadi kalau kita hitung secara konsisten selama 14 tahun ini sesuai dengan undang-undang justru bisa akan naik lebih dari 1.500 persen, tetapi kami hanya mengambil sebesar 250 persen,” tegasnya.
Warga Bersiap Demo Besar-besaran
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mempersiapkan aksi besar pada 13 Agustus 2025 sebagai bentuk protes atas kebijakan yang dianggap memberatkan rakyat. Menjelang aksi tersebut, warga bahkan mendirikan posko donasi dengan ambulans di depan Kantor Bupati Pati.
Koordinator massa, Ahmad Husein, mengatakan aksi ini murni respons terhadap tantangan Sudewo.
“Masyarakat ditantang sama Sudewo. Katanya tidak takut didemo 50 ribu orang sekalipun, makanya saya berani bikin posko donasi di sini,” tegas Husein di hadapan Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Pati, Sriyatun, Selasa (5/8/2025).
“Biar dia melihat bahwa masyarakat benar-benar mendukung! Sumbangan segini banyaknya ini dari masyarakat semua,” tambahnya.
Ratusan dus air mineral hasil donasi simpatisan telah disusun rapi hingga hampir menutupi seluruh pagar Kantor Bupati Pati, menunjukkan dukungan masif dari masyarakat.
Mendagri Turun Tangan Investigasi
Kontroversi ini bahkan menarik perhatian Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
“Oh itu lagi kita cek. Saya sudah perintahkan Itjen (Inspektorat Jenderal) untuk mengecek, itu saja, dasarnya apa,” ujar Tito usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/8/2025).
“Saya akan cek. Saya tahu dari media makanya akan kita cek,” pungkasnya. (***)




