JAKARTA, GEMADIKA.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Istana Kepresidenan, Kamis (31/7/2025) sore.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai sejumlah isu strategis kebangsaan, mulai dari penguatan kualitas demokrasi, pemberantasan korupsi, hingga peran Indonesia di dunia Islam.

Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri yang turut hadir dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa silaturahmi ini dilakukan dalam semangat kebangsaan, bukan semata-mata urusan politik partai.

“Pertemuan ini membicarakan tema-tema besar nasional yang menjadi perhatian bersama, bukan sekadar kepentingan PKS atau Gerindra,” ujarnya kepada awak media usai pertemuan.

Bahas Kualitas Demokrasi dan Pemberantasan Korupsi

Dalam pembicaraan tersebut, Presiden Prabowo dan jajaran PKS sepakat mengenai pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. Salim menyampaikan, demokrasi yang sehat harus mampu melahirkan pemimpin yang benar-benar diharapkan oleh rakyat.

Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya pemberantasan korupsi, termasuk praktik politik uang yang masih menjadi persoalan dalam sistem politik nasional.

Baca juga :  IHSG Anjlok 3,08% dalam Sehari, Rumor Kebijakan Ekspor Picu Kepanikan Pasar

“Kami berbagi pandangan tentang pentingnya mengurangi praktik money politic dan memberantas korupsi secara menyeluruh, sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi bangsa,” jelasnya.

Soroti Pasal 33 dan Sistem Perekonomian Nasional

Isu ekonomi juga turut dibahas secara mendalam. Salah satu yang disorot adalah pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 tentang pengelolaan kekayaan alam oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Menurut Salim, Presiden Prabowo menunjukkan komitmen besar dalam membahas arah pembangunan ekonomi nasional yang sesuai dengan amanat konstitusi tersebut.

“Kami sepakat bahwa sistem perekonomian Indonesia ke depan harus lebih berpihak pada rakyat, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam yang melimpah,” ujarnya.

Peran Indonesia di Dunia Islam dan Isu Palestina

Isu global juga menjadi pembahasan, khususnya menyangkut posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. PKS dan Presiden Prabowo menilai pentingnya peningkatan peran Indonesia dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), termasuk dorongan agar Indonesia bisa menjabat posisi strategis seperti Sekretaris Jenderal atau Wakil Sekjen.

Baca juga :  Banyak Gen Z Mulai Ragukan Nilai Ijazah Sarjana di Tengah Perubahan Dunia Kerja

“Kami membahas pentingnya Indonesia memainkan peran aktif dalam isu-isu dunia Islam, termasuk penyelesaian konflik Palestina yang hingga kini belum menunjukkan kemajuan signifikan,” kata Salim.

Komitmen Lanjutkan Pembahasan di DPR

Pertemuan tersebut, menurut Salim, akan ditindaklanjuti dalam bentuk kajian lebih lanjut oleh masing-masing fraksi partai di DPR RI. Isu-isu seperti demokrasi, pemberantasan korupsi, hingga sistem ekonomi nasional akan menjadi fokus kajian mendalam untuk kemudian dirumuskan dalam bentuk kebijakan konkret.

“Seluruh pembahasan akan kami dalami lebih lanjut melalui bidang kajian dan kerja-kerja legislasi di parlemen. Kami ingin kontribusi nyata terhadap bangsa,” pungkasnya.

Pertemuan diakhiri dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan, sebagai bagian dari ikhtiar bersama memperkuat persatuan nasional di tengah dinamika politik yang terus berkembang. (Joko P)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami