GROBOGAN, GEMADIKA.com – Dusun Gedong, Desa Tegal Sumur, Kecamatan Brati, menjadi salah satu sentra produksi genteng di Kabupaten Grobogan. Aktivitas pembuatan genteng di wilayah ini telah menjadi mata pencaharian utama banyak warga, termasuk Ngadimin, salah satu pengrajin yang telah bertahun-tahun menggeluti usaha ini.

Ngadimin menjelaskan, proses pembuatan genteng di Dusun Gedong cukup panjang dan membutuhkan ketelatenan. “Dalam satu kali produksi, biasanya kami membuat sekitar 2.500 genteng. Borongan untuk proses awal, mulai dari mencetak hingga pembentukan, dihargai Rp100.000 per seribu genteng,” terangnya saat ditemui, Sabtu (9/8/2025).

Setelah dicetak, genteng melalui proses pembersihan dengan upah Rp30.000 per seribu unit. Tahap berikutnya adalah penjemuran yang memakan waktu beberapa hari, dengan ongkos Rp50.000 per seribu unit.

Bapak Ngadimin, pengrajin genteng di Desa Tegalsumur.

“Kalau sudah kering, genteng dibakar sampai matang. Genteng jenis jumbo dihargai Rp900 per biji, sedangkan jenis ‘mandiri’ Rp800. Kalau dijual ke luar, untuk genteng jumbo harganya bisa Rp1.400, dan jenis manteli Rp1.300. Khusus kerpus atau nok, harganya bisa Rp1.000 hingga Rp1.300 per biji,” jelasnya.

Menurut Ngadimin, mayoritas genteng produksi Dusun Gedong dipasok ke perumahan, termasuk ke Perumnas di Semarang. Sebagian pembeli adalah warga lokal atau pedagang yang kemudian memasarkan kembali.

Sentra genteng Dusun Gedong ini tidak hanya menggerakkan roda ekonomi desa, tetapi juga menjadi bukti bahwa industri rumahan mampu memenuhi kebutuhan material bangunan di daerah lain. (Joko Purnomo)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami