MAMUJU, GEMADIKA.com – Sulawesi Barat kembali menunjukkan komitmennya sebagai provinsi yang responsif terhadap program nasional. Kali ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulbar bergerak cepat merespons target ambisius Kementerian Lingkungan Hidup untuk percepatan penanganan sampah di seluruh Indonesia.

Langkah strategis ini bukan sekadar formalitas, tetapi wujud nyata komitmen daerah terhadap masa depan lingkungan yang berkelanjutan. DLH Sulbar telah menyiapkan roadmap komprehensif yang melibatkan berbagai stakeholder.

Komitmen Kepala Daerah: Lingkungan dan Ekonomi Berjalan Seiring

Kepala DLH Sulbar, Zulkifli Manggazali, menegaskan bahwa percepatan penanganan sampah ini sejalan dengan visi kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.

“Hal ini juga sesuai arahan Gubernur Sulbar, Bapak Suhardi Duka, untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi yang berkelanjutan. Ini merupakan penegasan komitmen daerah terhadap pembangunan yang harmonis,” kata Zulkifli, Kamis (21/8/2025).

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Sulbar tidak memandang penanganan sampah sebagai beban, melainkan sebagai peluang untuk menciptakan ekonomi berkelanjutan yang menguntungkan semua pihak.

Strategi Triple Helix: Pemerintah-Akademisi-Masyarakat

Kolaborasi dengan Dunia Akademis

DLH Sulbar mengambil pendekatan inovatif dengan menggandeng perguruan tinggi di Sulbar untuk riset dan pengembangan solusi yang tepat sasaran. Beberapa fokus kajian prioritas meliputi:

Baca juga :  Yusril Ingatkan Ancaman Global, Sebut Indonesia Bisa Jadi Incaran Perebutan Sumber Daya Alam

Pengelolaan Sampah Berbasis Circular Economy – Mengkaji model ekonomi sirkular yang dapat diterapkan di tingkat lokal, mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomi.

“Circular Economy bisa eksis jika TPS3R, Bank Sampah, TPST, TPA bisa beroperasi terus menerus yang merupakan parameter keberhasilan Pengelolaan Sampah,” jelas Zulkifli.

Teknologi Sederhana Pengolahan Sampah Organik – Mengembangkan dan mensosialisasikan teknologi tepat guna yang mudah diterapkan masyarakat untuk mengolah sampah organik, seperti komposting atau pengolahan biogas skala rumah tangga.

Kajian Kebijakan Berbasis Data – Melakukan penelitian mendalam untuk merumuskan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif, berdasarkan data ilmiah dan kondisi lapangan.

Gerakan Masif Edukasi Masyarakat

Menyadari bahwa perubahan perilaku masyarakat adalah kunci sukses, DLH Sulbar akan mengintensifkan program edukasi di tiga lokasi strategis.

“Kami akan lebih masif lagi mengedukasi masyarakat, terutama di tiga lokasi utama: sekolah, pasar, dan kawasan pesisir,” tutur Zulkifli.

Pemilihan lokasi ini sangat strategis karena sekolah menjadi tempat pembentukan karakter generasi masa depan, pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi yang menghasilkan sampah terbanyak, dan kawasan pesisir yang rentan terhadap pencemaran sampah plastik.

Baca juga :  DPRD Sulbar Bahas Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Jaga Warisan Adat dan Kesenian Lokal Lewat Regulasi

Tantangan Terbesar: Mengubah Mindset Masyarakat

DLH Sulbar mengakui bahwa perubahan perilaku masyarakat merupakan tantangan terbesar dalam program ini. Untuk mengatasinya, mereka akan menggandeng berbagai komunitas lingkungan yang telah aktif bergerak di Sulbar.

Strategi ini dipilih karena komunitas lokal memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat sehingga pesan-pesan edukasi dapat tersampaikan dengan lebih efektif.

Target Besar: Sulbar Jadi Role Model Nasional

Dengan pendekatan komprehensif yang menggabungkan riset akademis, kebijakan pemerintah, dan partisipasi masyarakat, Sulbar optimis dapat menjadi contoh sukses dalam penanganan sampah.

“Dengan kerja sama ini, kami berharap kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah dan mengelola sampah bisa meningkat. Kami yakin, dengan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, target nasional percepatan penanganan sampah bisa kita capai bersama-sama di Sulbar,” tutupnya. (Antyka)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami