LAMPUNG, GEMADIKA.com – Garis pantai sepanjang lebih dari 2 kilometer dengan lebar hingga 200 meter ke daratan di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, dilaporkan hilang akibat terjangan abrasi laut.

Fenomena yang sudah berlangsung dalam dua tahun terakhir ini membuat warga pesisir semakin cemas. Bukan tanpa alasan, kawasan yang terdampak sebelumnya merupakan lokasi wisata unggulan desa, Sekar Bahari, yang menjadi tumpuan ekonomi sebagian masyarakat setempat. Kini, destinasi tersebut lenyap tanpa jejak.

Tak hanya itu, abrasi juga meluluhlantakkan ratusan ribu pohon mangrove yang tumbuh di sepanjang garis pantai. Hilangnya ekosistem mangrove membuat kawasan pesisir semakin rentan terhadap ancaman abrasi susulan.

Kepala Desa Margasari, Wahyu Jaya, yang meninjau langsung kondisi di lokasi, menyampaikan keprihatinannya.

“Ratusan ribu pohon mangro di sepanjang garis pantai juga musnah,” terang Wahyu Jaya.

Warga Dilanda Kekhawatiran

Warga setempat kini hidup dalam kecemasan karena daratan terus terkikis ombak. Mereka khawatir permukiman akan terdampak jika abrasi semakin meluas. Kehilangan lokasi wisata Sekar Bahari juga berdampak pada menurunnya pendapatan warga yang sebelumnya menggantungkan hidup dari sektor wisata dan usaha kecil menengah di kawasan tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pusat segera turun tangan memberikan solusi, termasuk memperkuat tanggul, menanam kembali mangrove, serta mencari alternatif ekonomi untuk mengurangi beban warga pesisir.(j)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami