GEMADIKA.com – Di tengah maraknya konten hiburan digital seperti TikTok, Instagram, hingga YouTube, muncul sebuah tren literasi yang kini digemari oleh kalangan Gen Z, yaitu “Currently Reading”. Istilah ini populer di berbagai platform media sosial sebagai cara anak muda membagikan buku apa yang sedang mereka baca.

Tren ini tak hanya sekadar berbagi judul buku, tetapi juga menjadi bentuk ekspresi diri dan gaya hidup literasi di era digital. Sama halnya seperti orang yang memamerkan playlist musik favorit atau outfit of the day (OOTD), “Currently Reading” menjadi simbol identitas bagi generasi muda.

Apa Itu “Currently Reading”?
Secara sederhana, “Currently Reading” berarti buku yang sedang dibaca saat ini. Para pembaca, terutama anak muda, biasanya mengunggah foto buku tersebut dengan latar yang estetik, seperti di meja kopi, ruang belajar, atau spot cozy di perpustakaan. Tak jarang mereka menambahkan ulasan singkat, kutipan favorit, hingga alasan mengapa buku itu menarik.

Baca juga :  Menjaga Kesehatan Dimulai dari Usus, Ahli Sebut Probiotik Bantu Jaga Keseimbangan Pencernaan

Fenomena ini marak di platform seperti Instagram, TikTok, dan Goodreads, yang memungkinkan pengguna saling bertukar rekomendasi buku dan berdiskusi.

Mengapa Digemari Gen Z?
Ada beberapa alasan mengapa tren ini begitu melekat di kalangan Gen Z:
1. Identitas Personal, Buku yang dibaca sering kali mencerminkan karakter, minat, atau nilai hidup seseorang.
2. Estetika Media Sosial, Foto buku yang dipadukan dengan kopi, lilin aroma, atau desain minimalis membuat postingan terlihat menarik.
3. Komunitas Literasi Online, Gen Z senang merasa menjadi bagian dari komunitas, dan BookTok atau Bookstagram menjadi wadah yang cocok.
4. Dorongan Self-Improvement, Membaca dianggap sebagai kegiatan produktif yang bisa meningkatkan wawasan sekaligus menaikkan citra diri.

Baca juga :  Tak Hanya Cegah Gigi Berlubang, Menjaga Kebersihan Gigi Anak Juga Penting untuk Kesehatan Mental

Dampak Positif Tren “Currently Reading
Meski terlihat sederhana, tren ini membawa dampak positif bagi dunia literasi:
• Mendorong minat baca di kalangan anak muda.
• Memperluas akses rekomendasi buku, baik fiksi maupun non-fiksi.
• Menghidupkan kembali toko buku dan perpustakaan yang kini mulai ramai dikunjungi karena pengaruh BookTok.

Currently Reading” bukan hanya sekadar tren sesaat, tetapi menjadi salah satu cara Gen Z merayakan literasi di era digital. Membaca tidak lagi dianggap kegiatan kuno, melainkan gaya hidup modern yang bisa dipamerkan dengan cara kreatif.

Mungkin inilah bukti bahwa buku dan media sosial tidak saling bertentangan, melainkan bisa berjalan beriringan untuk menciptakan budaya literasi baru.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami