BANGKALAN, GEMADIKA.com – Proyek pengerjaan jalan Kabupaten Arosbaya – Campor memasuki babak baru dengan menghadapkan seluruh pihak yang terlibat di ruang rapat Komisi III DPRD Bangkalan.

Pemanggilan ini dilakukan untuk meminta klarifikasi atas viralnya pemberitaan di media sosial tentang dugaan ketidaksesuaian pengerjaan. Dalam Rapat dengar pendapat ini mengundang Dinas PU, CV Al Islah selaku pelaksana proyek, konsultan pengawas, serta konsultan perencanaan.

Ketua Komisi III DPRD Bangkalan, Reza Teguh Wibowo, menjelaskan pemanggilan tersebut dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang viral di TikTok.

“Pemanggilan CV Al Islah terkait proyek jalan Arosbaya–Campor dilakukan untuk meminta klarifikasi atas kondisi di lapangan. Kami ingin memastikan apakah informasi yang viral di TikTok itu benar atau tidak. Namun, pihak CV Al Islah menyatakan bahwa kondisi di lapangan tidak seperti yang diberitakan,” ungkap Reza. Rabu (03/09/25).

Berdasarkan kesepakatan di dalam rapat Komisi III akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Senin mendatang, dengan melibatkan pengawas lapangan dan membawa alat pengukur ketebalan aspal guna memastikan apakah pekerjaan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Hari ini kami juga memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam proyek jalan Arosbaya Campor dan semuanya hadir lengkap. Proyek senilai Rp 6,8 miliar itu baru berjalan 70 persen, sehingga jika masih ada yang kurang sesuai RAB penyelenggara masih ada waktu untuk pembenahan,” tuturnya

“Tujuan utama dari pertemuan ini adalah sebagai bagian dari rencana besar Bupati dan perbaikan infrastruktur demi kenyamanan masyarakat. Kami ingin memastikan pelaksanaan proyek di ruas Arosbaya–Campor berjalan sesuai RAB dan harapan bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur CV Al Islah, Suhairi menyatakan kesiapannya untuk melakukan perbaikan jika ditemukan ketidaksesuaian dengan RAB.

”Kami CV Al Islah, akan bertanggung jawab dan berkomitmen penuh atas kualitas pekerjaan pembangunan jalan Arosbaya Campor, dengan masa pengerjaan 180 hari ditambah masa pemeliharaan,” kata Suhairi.

Ia juga memastikan kualitas pengerjaan pengaspalan yang di garap oleh CVnya sudah sesuai.

“Yang semula kami menggaransi 6 bulan, saat ini menjadi 1 tahun penuh artinya jika ada kerusakan, kami siap memperbaiki. Senin kami akan turun bersama DPRD untuk mengecek kebenaran pemberitaan media. Jika memang ada kekurangan, kami akan perbaiki sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

Terkait isu yang berdar terkait ketebalan jalan hanya 2 cm, Suhairi menyebut belum bisa dipastikan titiknya. Menurut laporan konsultan pengawas, pengerjaan sejauh ini sudah sesuai.

“Kalau ada bagian pinggir yang tipis, kemungkinan itu sisa material. Untuk jalan bergelombang, jika memang perlu diperbaiki, kami siap. Tapi kami menunggu hasil sidak dan rekomendasi DPRD terlebih dahulu,” pungkasnya. (nardi)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami