BANGKALAN, GEMADIKA.com – Sebelumnya sempat viral di media sosial soal pengerjaan jalan Arosbaya-Campor yang menampilkan kondisi pengerjaan jalan yang terlihat tipis dan pengerjaan pengaspalan belum satu hari sudah mengelupas.

Dalam hal ini pihak Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangkalan, Rizal Mardiansyah langsung mengklarifikasi kondisi sebenarnya yang ada di lapangan. Selasa (02/09/25).

Kerusakan yang terlihat pada rekaman video bukanlah akibat dari kegagalan konstruksi, melainkan faktor teknis dan cuaca. Ia menjelaskan, titik yang terlihat tidak rata itu merupakan lapisan pondasi agregat (LPA) yang sedang dalam proses pengerjaan.

“Bukan ngelupas, tapi memang waktu itu belum rata karena kelebihan di bagian atas. Setelah itu kami lakukan perbaikan dengan proses scrub ulang,” kata Rizal.

Selain faktor teknis, Rizal menyebut hujan berturut-turut selama tiga hari juga memperburuk kondisi di lapangan.

“Kiri-kanan bahu jalan masih dalam tahap pengecoran. Akibat hujan deras, air masuk ke badan jalan sehingga tampak rusak. Kami sudah koreksi bersama konsultan, dan alhamdulillah konstruksi masih sesuai standar,” ujarnya.

Terkait isu ketebalan jalan yang disebut hanya 2 cm, Rizal membantah. Menurutnya, yang diukur masyarakat adalah bagian pinggir jalan, bukan badan utama.

“Lebar jalan 4 meter, di lapangan bisa 4,2 hingga 4,3 meter. LPA tebalnya 15–20 cm, sedangkan lapisan aspal AC-WC ketebalannya 6 cm. Yang viral 2 cm itu hanya di pinggir, bukan bagian utama,” jelasnya.

Rizal memastikan pengerjaan proyek jalan Arosbaya–Campor masih sesuai kontrak dengan progres sekitar 70 persen.

“Proyek jalan Arosbaya–Campor tersebut dikerjakan oleh CV. Al-Islah dengan nilai kontrak sebesar Rp6,8 miliar. Hingga kini, progres pengerjaan sudah mencapai sekitar 50 persen,” tegas Rizal. (nardi)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami