GROBOGAN, GEMADIKA.com – Desa Anggaswangi, Kecamatan Godong kembali menggelar forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk menyusun roadmap pembangunan tahun 2026-2027. Acara penting ini berlangsung pada Selasa, 2 September 2025, dengan agenda utama membahas strategi optimalisasi anggaran pembangunan desa yang tersisa.
Musrenbang kali ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan, mulai dari perwakilan Kecamatan Godong, Babinsa, Babinkamtibnas, perangkat desa, pendamping masyarakat, hingga warga Desa Anggaswangi. Forum dipimpin langsung oleh Kepala Desa Anggaswangi, Sukoco, yang memastikan setiap aspirasi masyarakat dapat terdengar dan terakomodasi.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukoco SH secara terbuka memaparkan kondisi keuangan desa yang memerlukan strategi khusus.
“Saya mengajak masukan dari perwakilan masyarakat di dalam rencana pembangunan. Kita harus memprioritaskan mana saja yang harus didahulukan, dan dari dana yang tinggal 32% yang mepet ini, kalau bisa dioptimalkan bagi rata supaya pembangunan bisa menyentuh di seluruh wilayah desa,” ungkap Sukoco saat membuka forum diskusi.
Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah desa untuk menerapkan prinsip pemerataan pembangunan, meskipun menghadapi keterbatasan anggaran yang cukup signifikan.
Sebagai nilai tambah dalam acara ini, forum Musrenbang juga menampilkan paparan kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Anggaswangi. Dalam periode satu semester terakhir, BUMDes yang menjalankan usaha sewa lahan sawah dan budidaya ikan lele telah menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan meraih keuntungan yang signifikan.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa potensi ekonomi desa dapat dikembangkan melalui inovasi dan pengelolaan yang tepat, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi kas desa.
Musrenbang Desa Anggaswangi berlangsung dalam suasana yang kondusif dan demokratis. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan usulan dan masukan konstruktif terkait prioritas pembangunan desa ke depan.
Acara ini mencerminkan semangat gotong royong dan transparansi dalam pengelolaan pemerintahan desa, di mana setiap keputusan pembangunan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. (Tri Handojo S)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan