MAMASA,GEMADIKA.com – Konflik antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Mamasa terkait rencana pengaktifan TPA Malabo memasuki hari kedua. Jumat (24/7/2026), ratusan warga kembali melakukan aksi blokade jalan menuju TPA setelah sebelumnya Pemda membawa truk bermuatan sampah ke lokasi tersebut pada Kamis kemarin.

Massa aksi kali ini terlihat lebih banyak dibanding hari pertama. Warga dari Desa Salurano dan Desa Malabo bersikukuh menolak truk sampah masuk ke TPA. Mereka menuntut Pemda segera mencari solusi, atau memindahkan TPA ke lokasi yang tidak berdampak pada masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang dikawal aparat kepolisian sempat berada di lokasi untuk mengawal truk sampah menuju TPA Malabo. Namun upaya tersebut kembali dihadang oleh massa yang jumlahnya lebih besar dari hari sebelumnya.

Reynal, salah satu perwakilan warga, menegaskan aksi penolakan akan terus dilakukan hingga Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, membatalkan pengaktifan TPA Malabo dan mencari alternatif lain.

“Saya melindungi kampung saya, demi masyarakat di sini menghirup udara segar,” ujarnya saat ditemui di lokasi TPA.

Menurut warga, persoalan pro-kontra TPA ini tidak akan selesai jika tidak ada kepastian dari pemerintah. Bagi masyarakat Salurano dan Malabo, mereka tidak akan menyerah sebelum ada alternatif lokasi pembuangan sampah yang tidak merugikan penduduk.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Mamasa Welem Sambolangi belum menemui massa aksi. Sementara aparat gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP masih berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi eskalasi.

Warga berharap pemerintah segera duduk bersama masyarakat untuk mencari titik temu, agar persoalan sampah dan dampak lingkungan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan dampak yang berkepanjangan

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami