GEMADIKA.com – Salah satu pemimpin senior Hamas di Qatar, Khalil al-Hamad, menyatakan kesediaan pihaknya untuk melepaskan kendali atas Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa Gaza adalah bagian tak terpisahkan dari tanah Palestina yang menjadi bagian dari perjuangan bangsa.
“Seperti yang telah saya katakan berulang kali, kami siap meninggalkan kekuasaan Gaza dan kami tidak keberatan dengan itu,” ujar Hamad dalam wawancara eksklusif dengan CNN, Jumat (26/9/2025).
Dalam kesempatan itu, Hamad juga mengungkapkan bahwa dirinya dan delegasi Hamas di Doha sempat menjadi target serangan. Ia menuding serangan Israel pada 9 September lalu sebagai upaya pembunuhan yang ditujukan kepada para negosiator Hamas, sekaligus untuk menggagalkan proses pembicaraan mengenai pertukaran tahanan. “Keselamatan kami adalah sebuah keajaiban,” katanya.
Hamad menegaskan kembali komitmen Hamas untuk mencapai kesepakatan komprehensif, termasuk pembebasan seluruh tahanan Palestina. Menurut data Israel, Hamas masih menahan 48 warga Israel, dengan sekitar 20 orang di antaranya diperkirakan masih hidup. Di sisi lain, lebih dari 11.000 warga Palestina kini mendekam di penjara-penjara Israel.
Pernyataan Hamad ini muncul bertepatan dengan pengumuman rencana 21 poin Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang diklaim sebagai solusi untuk mengakhiri perang di Gaza. Namun, banyak pihak menilai rencana itu tidak menyentuh akar persoalan dan justru memperburuk kondisi yang oleh sejumlah pengamat disebut sebagai tindakan genosida.
Situasi di Gaza hingga kini masih memanas. Masa depan wilayah tersebut bergantung pada perkembangan negosiasi antara Hamas, Israel, serta keterlibatan mediator internasional.(Redaksi)




