JAKARTA, GEMADIKA.com – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan keras yang menggemparkan publik terkait serangkaian demonstrasi yang berujung anarkis dalam beberapa waktu terakhir. Dalam beberapa kesempatan, kepala negara ini melontarkan kata-kata kunci yang dinilai menunjukkan sumber masalah sebenarnya di balik aksi-aksi tersebut: makar, terorisme, dan mafia.
Pernyataan tegas Prabowo ini mendapat dukungan penuh dari jajaran kabinet, yang turut menyuarakan komitmen pemberantasan korupsi dan perlawanan terhadap berbagai bentuk mafia yang selama ini merajalela di negeri ini.
Pembakaran DPRD Sulsel: Bukan Aspirasi, Tapi Makar
Momentum penting terjadi saat Prabowo melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, kemarin. Di hadapan wartawan, presiden bercerita dengan nada tegas tentang tragedi pembakaran gedung DPRD di Sulawesi Selatan yang menewaskan empat Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak bersalah.
Dengan wajah serius, Prabowo menegaskan bahwa tragedi tersebut bukan sekadar aksi penyampaian aspirasi demokratis, melainkan tindakan makar yang harus ditindak tegas.
“Dan ingat, di Sulawesi Selatan ada 4 ASN, orang tidak bersalah, orang tidak berpolitik menjadi korban di Gedung DPR di bakar. Ini tindakan-tindakan makar ini, bukan penyampaian aspirasi,” kata Prabowo kepada wartawan.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir aksi-aksi yang mengatasnamakan demokrasi namun berujung pada kekerasan dan mengorbankan nyawa innocent.
Perintah Penyelidikan Menyeluruh: Siapa Dalang Sebenarnya?
Tidak berhenti di situ, Prabowo langsung memerintahkan seluruh aparat negara untuk melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap aktor-aktor di balik demonstrasi yang berubah menjadi aksi anarkis ini.
Presiden mengindikasikan bahwa pemerintah telah memiliki petunjuk awal mengenai dalang di balik serangkaian aksi tersebut.
“Jadi, semua aparat negara akan selidiki, siapa yang bertanggung jawab, saya menduga kita sudah ada indikasi-indikasi dan kita akan tidak ragu-ragu, saya tidak ragu-ragu membela rakyat, saya akan hadapi mafia-mafia yang sekuat apapun saya hadapi atas nama rakyat,” tegas Prabowo.
Pernyataan ini menunjukkan determinasi tinggi presiden dalam membela kepentingan rakyat, bahkan jika harus berhadapan dengan kekuatan mafia yang selama ini dianggap tidak tersentuh.
Konferensi Pers Istana: Tegas Soal Makar dan Terorisme
Sebelumnya, dalam konferensi pers di Istana Negara pada Minggu (31/8/2025), Prabowo sudah memberikan sinyal keras dengan menyebut adanya unsur makar dan terorisme dalam demonstrasi yang terjadi.
Meski demikian, presiden tetap menegaskan bahwa pemerintah menghormati hak demokratis masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan yang murni. Semua masukan dari rakyat akan didengar dan dicatat oleh pemerintah.
Namun, Prabowo dengan tegas memerintahkan kepada Kepolisian dan TNI untuk mengambil tindakan setegas-tegasnya terhadap segala bentuk pengrusakan fasilitas umum, penjarahan rumah individu, maupun sentra-sentra ekonomi, sesuai dengan hukum yang berlaku.
Dukungan Penuh Kabinet: Nama Riza Chalid Mencuat
Dalam momentum yang sama, sejumlah menteri memberikan dukungan penuh kepada presiden melalui pernyataan-pernyataan publik yang tidak kalah keras.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, melalui akun Instagram-nya pada Minggu (31/8/2025), memberikan dukungan dengan menyoroti keberanian Prabowo melawan mafia yang selama ini tidak pernah disentuh oleh pemimpin sebelumnya.
“Tidak pernah ada pendahulu berani melawan mafia migas. Tidak pernah ada pendahulu berani membongkar mafia Riza Chalid dan anak-anak dan kroni-kroninya. Bahkan mereka bersama orang-orang itu mencuri kekayaan negara,” tulis Trenggono.
Trenggono juga menyoroti upaya Prabowo dalam memberantas korupsi di lingkungan BUMN, termasuk membahas tantiem bernilai triliunan rupiah yang selama ini menjadi praktik yang merugikan negara.
“Kenapa di saat semua itu Bapak buka dan mulai bersih-bersih, semakin Bapak yang diserang,” lanjutnya, mengindikasikan adanya upaya sistematis untuk menggagalkan agenda reformasi yang sedang dijalankan pemerintah.
Menteri Tenaga Kerja Ikut Bersuara
Dukungan serupa juga datang dari Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding. Dalam postingan yang diunggah pada waktu bersamaan, Karding juga menyebut nama Riza Chalid, menunjukkan bahwa isu ini memang menjadi fokus utama kabinet saat ini.
“Hari ini, ketika Bapak Prabowo mulai membuka, menerbitkan, dan membersihkan, justru serangan semakin deras datang kepada beliau. Karena setiap upaya pemberantasan selalu melahirkan perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan,” ungkap Karding.
Menteri ini juga menegaskan komitmennya untuk mendukung presiden dalam agenda reformasi yang sedang dijalankan.
“Sebagai Menteri, saya berdiri bersama Presiden Republik Indonesia. Tugas kami adalah memastikan agenda ‘bersih-bersih’ ini terus berjalan, bukan mundur karena tekanan,” tegasnya.
Era Baru Pemberantasan Korupsi dan Mafia
Serangkaian pernyataan keras dari presiden dan kabinet ini menandai dimulainya era baru dalam pemberantasan korupsi dan mafia di Indonesia. Pemerintahan Prabowo tampak bertekad melakukan reformasi menyeluruh, meski harus menghadapi perlawanan dari berbagai pihak yang selama ini diuntungkan oleh sistem yang korup.
Munculnya nama-nama spesifik seperti Riza Chalid dalam pernyataan para menteri menunjukkan bahwa pemerintah tidak akan main-main dalam mengungkap dan menindak aktor-aktor yang diduga terlibat dalam praktik korupsi, terutama di sektor migas dan BUMN.
Agenda “bersih-bersih” yang diusung pemerintah ini diharapkan dapat memutus mata rantai korupsi yang selama puluhan tahun merugikan negara dan rakyat Indonesia.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan