GEMADIKA.com – Dunia psikologi kembali diramaikan dengan istilah baru yang diperkenalkan oleh psikiater Rami Kaminski. Ia menyebut konsep itu sebagai “otrovert”, kepribadian yang digadang-gadang berada di luar kotak klasik antara introvert dan extrovert.
Kata otrovert sendiri berasal dari bahasa Spanyol otro yang berarti “yang lain”, ditambah akhiran “vert” yang sering digunakan untuk menggambarkan orientasi kepribadian. Konsep ini ditujukan bagi mereka yang merasa tidak sepenuhnya cocok menjadi introvert ataupun extrovert.
Kaminski menjelaskan, otrovert memiliki ciri khas emosional yang cukup mandiri. Mereka tidak otomatis terseret dalam suasana hati orang lain di sekitarnya, yang ia sebut sebagai Bluetooth phenomenon. Mereka juga lebih selektif dalam berhubungan sosial, cenderung menghargai orisinalitas, serta memiliki pola pikir independen.
Berbeda dengan extrovert yang senang keramaian atau introvert yang lebih banyak menarik diri, otrovert justru nyaman berada di keduanya. Mereka bisa tenang saat sendiri, namun tetap bisa bersosialisasi—meski lebih memilih interaksi mendalam secara personal dibandingkan acara besar.
“Kepribadian otrovert bukanlah beban, melainkan memiliki potensi kelebihan, terutama dalam kreativitas, pemikiran kritis, dan kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat oleh mayoritas,” terang Kaminski.
Meski terdengar menarik, konsep ini belum sepenuhnya diterima di kalangan akademis. Sejumlah psikolog menilai otrovert mungkin hanyalah variasi dari spektrum introvert–extrovert yang sudah ada, bukan kategori kepribadian baru.
Hingga kini, penelitian ilmiah yang membahas otrovert masih terbatas dan istilah ini belum masuk dalam literatur psikologi arus utama. Namun, gagasan ini dinilai memberi alternatif baru bagi individu yang merasa identitas sosialnya tidak pas dalam label introvert atau extrovert. (Mond)



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan