GROBOGAN, GEMADIKA.com – Pemerintah Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur desa. Setelah sukses menyelesaikan tahap awal pembangunan jalan rabat beton menuju Waduk Sanggeh, kini proyek tersebut kembali dilanjutkan pada segmen lanjutan di sisi utara rel kereta api.
Kepala Desa Tambirejo, Yakup Raras Puspianto, yang akrab disapa Aan, menjelaskan bahwa pembangunan tahap lanjutan ini merupakan sambungan dari proyek sebelumnya yang sudah rampung dan digunakan warga. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada proses pemadatan dasar jalan menggunakan material makadam setinggi 30 cm, dengan ketebalan rata-rata pemadatan mencapai 25 cm.
“Saat ini kita fokus pada segmen lanjutan di sisi utara rel. Pemadatan makadam sudah hampir selesai, sebagian beton juga sudah dituangkan, dan kini sedang memasuki masa pengeringan sebelum nantinya bisa dilalui kendaraan,” jelas Aan saat ditemui, Senin (20/10/2025).
Didanai Bankeu Provinsi Jawa Tengah, Perkuat Akses ke Area Pertanian dan Waduk
Proyek jalan rabat beton ini memiliki panjang 160 meter dan lebar 3 meter, dengan total nilai anggaran sebesar Rp200 juta.
Sumber pendanaan berasal dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025, yang dialokasikan untuk memperkuat infrastruktur transportasi desa.
Aan menegaskan, tahapan pengeringan beton menjadi bagian krusial untuk memastikan kekuatan dan daya tahan struktur jalan, terutama karena jalur tersebut menjadi akses vital masyarakat menuju Waduk Sangge dan lahan pertanian sekitar.
“Masyarakat sangat menantikan selesainya jalan ini. Kami berharap setelah masa pengeringan selesai, akses jalan akan lebih nyaman, aman, dan mendukung kegiatan ekonomi warga,” tambah Aan.
Dorong Konektivitas Antar Dusun dan Potensi Ekonomi Desa
Dengan berlanjutnya pembangunan jalan rabat beton ini, Pemerintah Desa Tambirejo berharap konektivitas antar dusun serta akses menuju kawasan strategis seperti Waduk Sangge dapat semakin baik.
Selain memperlancar mobilitas warga, infrastruktur ini juga diharapkan mampu meningkatkan potensi ekonomi lokal, termasuk sektor pertanian dan wisata desa.
Pemerintah desa berkomitmen untuk terus memanfaatkan program bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat dalam upaya mewujudkan desa yang maju, produktif, dan berdaya saing.
(Joko Purnomo)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan