BANGKALAN, GEMADIKA.com – Polres Bangkalan melalui Unit Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Satreskrim Bangkalan bersama tim gabungan dari Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Bangkalan bidang metrologi, melaksanakan inspeksi mendadak di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di wilayah Kabupaten Bangkalan, Rabu (29/10/2015).
Pemeriksaan dipimpin langsung oleh Kasatreskrim AKP Hafid Dian Maulidi, S.H. didampingi Kanitpidsus Pidsus Ipda Deki Pratama Jaya Kusuma, S.H., M.H. bersama
Sekretaris Dinas Kumperdag Bangkalan, Agung.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas informasi dan keluhan masyarakat yang viral di media sosial mengenai dugaan adanya praktik pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite. Dilaporkan oleh masyarakat sejumlah kendaraan ngadat usai diisi bahan bakar jenis pertalite.
“Langkah ini kami ambil sebagai respons atas isu adanya pertalite bermasalah yang ramai di masyarakat,” ujar Kasatreskrim AKP Hafid.
Kegiatan sidak terhadap SPBU ini dilakukan di 4 SPBU berbeda, yakni SPBU Bancaran, SPBU Junok, SPBU Kota dan SPBU Socah.

Berdasarkan hasil pengecekan awal, takaran pada dispenser di kedua SPBU tersebut dinyatakan sesuai dengan standar resmi dan tidak ditemukan adanya indikasi kecurangan alat ukur.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kumperdag Bangkalan, Agung, mengatakan setelah dilakukan pengecekan di beberapa SPBU. Tidak ditemukan BBM jenis pertamax maupun pertalite yang sengaja dicampur dengan air maupun etanol.
“Saat ini BBM jenis pertamax dan pertalite masih aman digunakan untuk kendaraan roda 2, kendaraan roda 4 maupun lebih, ” terangnya.
Lebih lanjut Agung mengatakan terkait masalah kandungan oktan, sudah sesuai dengan ketentuan dari Pertamina.
“Untuk pertalite oktanya masih 90 dan pertamax oktanya 92. Kami belum menemukan perbedaan masalah oktan” pungkasya.
Selain itu, penanggung jawab SPBU Kota H. Wahyudi menambahkan, setiap ada pengiriman dari Pertamina petugas akan melakukan pemeriksaan lagi sebelum BBM dibongkar ke tangki penyimpanan bawah tanah.
“Setiap terima dari pertamina, kami selalu melakukan pengecekan, mulai dari pasta air, suhu, hingga density. Jika barang sesuai kami terima jika tidak sesuai kami berhak menolak sehingga kwalitas bbm yang kami terima bisa di pertanggung jawabkan,” imbuhnya. (nardi)



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan