SURABAYA, GEMADIKA.com – Gelombang keluhan motor brebet yang melanda pengendara di Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir mendapat respons cepat dari PT Pertamina Patra Niaga. Perusahaan energi ini langsung membuka layanan servis gratis dengan menggandeng puluhan bengkel resmi untuk membantu warga yang kendaraannya terdampak, tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik.

Ratusan pengendara melaporkan kendaraan mereka mengalami gejala brebet, mesin tersendat, hingga mogok total setelah mengisi bahan bakar di sejumlah SPBU. Mayoritas kendaraan yang terdampak adalah motor matic keluaran di atas tahun 2020 dengan sistem injeksi.

Pengalaman Pengendara: Dari Brebet Hingga Mogok Total

Mohammad Aziez, warga Pagesangan, Surabaya, adalah salah satu korban yang merasakan langsung dampaknya. Motor kesayangannya tiba-tiba bermasalah setelah mengisi bahan bakar di SPBU Kebonsari.

“Awalnya mesin motor terasa brebet dan jalannya ngadat-ngadat. Besoknya motor hampir nggak bisa jalan sama sekali,” cerita Aziez, Senin (3/11).

Saat dibawa ke bengkel, mekanik menemukan busi motornya berwarna putih—indikator kuat bahwa ada masalah pada kualitas bahan bakar. Setelah tangki dikuras bersih dan diisi ulang dengan Pertamax, motor Aziez kembali beroperasi normal. Yang mengejutkan, seluruh biaya perbaikan ditanggung penuh oleh Pertamina Patra Niaga.

“Saya kaget, ternyata gratis. Katanya karena ada indikasi bahan bakar bermasalah. Pelayanannya cepat, ramah, dan transparan,” ujar Aziez.

Nasib serupa dialami Sherly Septia, seorang ibu rumah tangga dari Sepanjang, Sidoarjo. Motor matiknya mendadak brebet saat ia sedang mengantar anaknya ke sekolah—situasi yang sangat merepotkan.

“Saya sempat bingung karena motor nggak bisa jalan. Tapi ternyata saat dibawa ke bengkel tagihan bengkelnya sebesar Rp130 ribu gratis, dibayari Pertamina Patra Niaga. Layanannya cepat dan sangat membantu,” ungkap Sherly bersyukur.

Merasa terbantu, Sherly langsung membagikan informasi ini kepada para tetangganya yang juga mengalami keluhan serupa agar segera mendatangi bengkel rekanan.

Pola Kerusakan: Motor Matic Paling Rentan

Suwandi, pemilik Bengkel Tahta Motor 2, mengonfirmasi lonjakan keluhan dalam beberapa hari terakhir. Sekitar 30 unit motor datang dengan gejala yang sama.

“Rata-rata motor yang brebet adalah matic keluaran di atas 2020. Motor karburator nggak ada yang terdampak,” jelas Suwandi.

Menurutnya, Pertamina Patra Niaga telah menunjuk bengkel-bengkel resmi untuk melayani keluhan warga dengan subsidi hingga Rp150 ribu per kendaraan. Jika biaya servis melebihi batas tersebut, pengendara hanya perlu menambah selisih kecil.

“Kami wajib cek busi, kuras tangki, dan ganti bahan bakar dengan Pertamax. Kalau businya putih, itu tanda bahan bakar kurang bagus. Setelah perbaikan, semuanya kami laporkan ke Pertamina,” ujarnya.

Suwandi juga memberikan edukasi penting kepada para pengendara mengenai pemilihan bahan bakar yang tepat.

“Motor keluaran baru, apalagi matik injeksi, sebenarnya butuh bahan bakar dengan RON di atas 90. Jadi sebaiknya gunakan Pertamax, bukan pertalite,” tambahnya.

Senada dengan itu, Joko Temok, mekanik dari Bumi Motor Tulangan Sidoarjo, menyebutkan pola kerusakan serupa ditemukan di banyak motor pelanggannya.

“Busi menghitam atau memutih jadi tanda bahan bakar nggak terbakar sempurna. Kami tangani dengan menguras tangki dan ganti busi. Kebanyakan motornya matik,” ungkapnya.

21 Bengkel Siap Layani Keluhan

Berdasarkan catatan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, sejak 31 Oktober 2025, perusahaan telah menyiapkan 14 bengkel motor dan 7 bengkel mobil di seluruh Jawa Timur untuk menangani keluhan kendaraan brebet.

Bengkel-bengkel tersebut tersebar strategis di Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik. Namun, layanan gratis ini hanya diberikan kepada kendaraan dengan bukti kuat bahwa kerusakan terjadi akibat bahan bakar yang terindikasi bermasalah.

Pengendara yang datang akan diminta mengisi formulir laporan resmi di bengkel rekanan, termasuk mencantumkan lokasi SPBU tempat pengisian bahan bakar terakhir. Jika hasil pengecekan mekanik menunjukkan tanda-tanda bahan bakar tidak sesuai standar—seperti busi berwarna putih atau hitam pekat—maka mereka berhak mendapatkan layanan servis gratis.

Momentum Edukasi BBM yang Tepat

Fenomena ini sekaligus menjadi momentum edukasi bagi para pengendara untuk lebih memahami pentingnya menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. Motor modern, khususnya yang menggunakan sistem injeksi, memerlukan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi untuk performa optimal.

“Dari kasus ini saya jadi tahu, ternyata motor saya harus pakai bensin RON 90 ke atas. Sekarang saya pakai Pertamax saja,” tutur Aziez.

Dengan langkah tanggap ini, Pertamina Patra Niaga berupaya mengembalikan kepercayaan konsumen sekaligus memastikan kendaraan warga kembali normal tanpa beban biaya tambahan.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami